jpnn.com - SUKABUMI - Gunung Garu Sukabumi, Jawa Barat, longsor, Senin (23/12). Puluhan keluarga (KK) yang berasal dari empat kampung di Desa Sirnasari, Kabupaten Sukabumi, mengungsi setelah Gunung Garu longsor.
Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi Pemdes Sirnasari dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pabuaran memilih mengungsikan warga. Sebab, dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang bisa menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
BACA JUGA: Bencana Tanah Bergerak di Trenggalek Meluas, 119 Warga Mengungsi
"Kampung yang berada di Kecamatan Pabuaran yang terdampak bencana tersebut, yakni Kampung Cijambu, Cipalahlang, Lemburpasir dan Kampung Talaga," kata Kepala Desa (Kades) Sirnasari Bangbang Gunawan di Sukabumi, Senin (23/12).
Menurut Bangbang, total warga yang mengungsi mencapai 90 KK atau kurang lebih 250 jiwa.
BACA JUGA: Gunung Ibu Erupsi 2 Kali, Lontarkan Abu Setinggi 500 Meter
Mereka mengungsi di tiga lokasi berbeda, seperti bangunan madrasah, sekolah maupun masjid.
Dia menjelaskan pemicu Gunung Garu longsor itu selain kondisinya sudah minim pepohonan juga dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan deras, sehingga kondisi tanah menjadi labil.
BACA JUGA: 4 Rumah dan 1 Bengkel di Agam Terkena Longsor, 22 Jiwa Terdampak
Menurut dia, tanda-tanda akan terjadinya longsor sudah terlihat sejak pukul 11.00 WIB, sehingga warga sudah melakukan antisipasi dan bergegas menjauh.
"Tiga jam kemudian atau pukul 14.00 WIB, longsor pun benar-benar terjadi," tambahnya.
Selain mengancam puluhan rumah warga, longsor juga berdampak terhadap 15 hektare lahan pertanian yang berada tepat di bawah kaki gunung tersebut.
Pihak Pemdes Sirnasari mengimbau warga agar untuk sementara menjauhi lokasi demi keselamatan. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi