'Gurita Cikeas' Ancam Kekuasaan SBY

Jumat, 08 Januari 2010 – 19:52 WIB

JAKARTA – Forum Aktivis 77/78 memprediksi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) tidak akan menyelesaikan masa bhakti pemerintahannya hingga 2014Cepat atau lambat, pemerintahan SBY akan jatuh di tengah jalan.

“Kini tinggal dua pilihan bagi rezim SBY, apakah akan mundur dengan cara-cara konstitusional atau dimundurkan?” kata Indro Tjahyono aktivis FA 77/78 pada diskusi publik bertema 'Mungkinkah Terbitnya Buku Membongkar Gurita Cikeas Isyarat Berakhirnya Rezim SBY?' di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, Jumat (8/1).

Menurut Indro, terbitnya buku Membongkar Gurita Cikeas yang ditulis George Junus Aditjondro merupakan bentuk aksi penelanjangan (disclosure action) yang akan mendelegitimasi rezim SBY dari segi moral, sosial, dan politik.

“Buku tersebut sebenarnya hanya merupakan manifestasi dari tuntutan masyarakat agar rezim SBY segera mundur sebagaimana terbitnya dokumen skandal water gate di Amerika Serikat,” katanya.

Aksi penelanjangan serupa, kata Indro yang juga pendiri dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB), terjadi pada Soeharto sebelum mundur secara terhormat pada 1998

BACA JUGA: Sistem Penggajian Pejabat Akan Diubah

Kata dia, meskipun isunya berbeda, Soeharto  jatuh setelah aksi penculikan para aktivis dibongkar serempak oleh laporan-laporan pelanggaran Haks Azasi Manusia (HAM) yang ditulis organisasi pembela HAM dari dalam maupun luar negeri.

Kejatuhan SBY, menurut Indro, dimungkinkan terjadi setelah pengungkapan kasus Bank Century dan aksi konspirasi yang dilakukan partai penguasa yang melakukan kecurangan pada Pemilu terbongkar, seperti ditulis di buku 'Gurita Cikeas'
Termasuk kutukan arus international yang mengingikan pengelolaan pemerintahan bersih dan aksi-aksi rakyat melalui gerakan sosialnya.

Ditempat yang sama, mantan Asisten Teritorial (Aster) KSAD, Mayjen (Purn) Saurip Kadi mengatakan perlu digagas sistem ketatanegaraan yang baik jika memang pemerintahan SBY akan jatuh

BACA JUGA: Sri Mulyani Siap Hadapi Pansus

Pihaknya tidak ingin terjadi seperti era reformasi yang melahirkan pemerintahan hanya untuk merebut kekuasaan
Saurip pun sepakat jika terbitnya buku George itu sebagai pintu masuk untuk melakukan perubahan

BACA JUGA: Satgas Tidak akan Intervensi KPK

“Kita harus mereformasi ulang sistem ketatanegaraan,” katanya(awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspadai Tingginya Harga Gula


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler