Guru Honorer Lega Pemberkasan NIP PPPK Serba Elektronik

Jumat, 12 November 2021 – 20:11 WIB
Kerua DPP FHNK2I PGHRI Nurul Hamidah (berjilbab putih). Foto dokumentasi FHNK2I PGHRI for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemberkasan NIP PPPK 2021 yang serba elektronik membuat para guru honorer lega. Dengan proses serba digital, waktu pemberkasan lebih cepat dan efisien.

Ketua DPP Forum Honorer Nonkategori Dua Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (FHNK2 PGHRI) Nurul Hamidah mengungkapkan saat ini seluruh peserta yang lulus PPPK tahap I menanti kepastian pemberkasan NIP.

BACA JUGA: Sudah Mendapat Ucapan Selamat Lulus PPPK, Nilai Murni Tertinggi, Guru Honorer Kecewa dan Malu

Apalagi dengan adanya surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahwa proses pemberkasan NIP PPPK guru dan non-guru dilakukan serba elektronik.

"Kami kemarin sudah menyampaikan usulan ke BKD untuk mohon diperjuangkan penetapan NIP elektronik. Alhamdulillah, BKN sudah merancang ini," kata Nurul kepada JPNN.com, Jumat (12/11).

BACA JUGA: Ketum Honorer: PPPK Guru 2021 Penuh Intrik, Janji Manis, Realisasi Buntu

Dia berharap para kepala daerah bisa mempercepat pengusulan NIP PPPK guru tahap I. Ini agar tidak bertumpuk dengan hasil tes PPPK guru tahap II.

"Kami sudah sangat menantikan proses pemberkasan NIP PPPK ini agar tahap I selesai," ucapnya.

BACA JUGA: Seragam Dibedakan dengan PNS, Guru PPPK: Berasa menjadi Honorer Lagi Nih

Di sisi lain, FHNK2I PGHRI mendukung pemerintah terutama Ditjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek untuk terus melanjutkan proses rekrutmen sesuai jadwal.

Kalaupun masih ada masalah yang bermunculan setelah pengumuman hasil sanggah PPPK tahap I, Nurul berharap tidak mengganggu jadwal lanjutan seleksi maupun pemberkasan.

"Kasihan yang sudah lulus tahap I menggantung begini nasibnya karena pemerintah masih direpotkan dengan permasalahan pascapengumuman hasil sanggah," tuturnya.

Nurul mengimbau honorer non-K2 khususnya yang tergabung dalam FHNK2I PGHRI untuk menghargai keputusan pemerintah dan Panselnas. Mereka sudah bekerja keras demi honorer K2 dan non-K2. 

Jangan sampai kata Nurul, anggapan keruwetan dan kekacauan yang dilemparkan dan didengungkan itu sebenarnya dipengaruhi oleh sikap, respon honorer non-K2 yang sebagian belum memahami mekanisme dan regulasi yang ada.

Bagi yang masih harus berjuang di tes tahap II, Nurul mengimbau sebaiknya fokus belajar. Jangan terpengaruh oleh berita-berita yang tidak jelas, provokasi, dan lainnya yang akan merugikan honorer non-K2 sendiri.

"Yang sudah lulus, ayo kita dampingi kawan-kawan yang belum lulus agar bisa lulus PPPK guru tahap II," pungkas Nurul. (esy/jpnn)


Redaktur : Adil
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler