Guru Tewas Dianiaya Siswa, Anaknya Dapat Beasiswa Hingga S-1

Rabu, 07 Februari 2018 – 14:59 WIB
Jenazah Ahmad Budi Cahyono diantar ratusan pelayat sebelum dimakamkan. Foto: Istimewa/JawaPos.Com/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membantah kabar mengenai pengangkatan almarhum Ahmad Budi Cahyono menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Ahmad merupakan guru SMA N 1 Torjun, Sampang, Madura, yang meninggal karena dianiaya muridnya.

BACA JUGA: Di Rembuknas, Jokowi Sentil Kasus Guru Budi

Informasi yang beredar lewat pesan berantai itu mencatut nama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad

"Pesan yang beredar mengatasnamakan Dirjen Dikdasmen seolah-olah menjanjikan tiga hal. Dua di antaranya adalah tidak benar," jelas Hamid, Rabu (6/2).

BACA JUGA: Kemendikbud Rekrut 9 Ribu Guru Garis Depan Tahun Ini 

Dia menambahkan, kabar yang tidak benar adalah Kemendikbud akan mengangkat almarhum menjadi CPNS dan mendapat hak pensiun.

Kemendikbud juga tidak akan mengangkat orang tua Ahmad menjadi PNS.

BACA JUGA: Rembuknas Bahas 5 Isu Strategis Pendidikan dan Kebudayaan

Hamid menyatakan, sumber dari informasi tersebut tidak jelas. Dirinya mengaku tidak pernah memberikan pernyataan dan dimintai keterangan sebagaimana informasi yang beredar di berbagai grup percakapan, media sosial, dan media daring.  

"Yang benar, Kemendikbud akan mengupayakan beasiswa bagi putra atau putri Pak Budi yang saat ini masih di dalam kandungan sampai S-1," ujar Hamid. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Honor tak Seberapa, Nyawa Melayang setelah Dipukul Siswa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler