Gus AMI Ungkap 3 Solusi Mengatasi Krisis Sosial di Masa Pandemi Covid-19

Selasa, 17 November 2020 – 14:57 WIB
Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI saat di Demak, Jawa Tengah. Foto: source for JPNN

jpnn.com, DEMAK - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI optimistis bangsa Indonesia bisa bertahan dari pandemi Covid-19.

Gus AMI mengatakan, bangsa Indonesia punya kekuatan, solidaritas dan bahu membahu serta saling menopang satu sama lain.

BACA JUGA: Berkunjung ke Cianjur, Gus Ami Minta Perhatikan Sektor Pertanian dan Kiai Kampung

“Kekuatan itu yang tidak dimiliki negara lain. Pemerintah juga berbuat baik dengan kebijakan-kebijakannya. Karena itu mari kita solidkan barisan dan kekompakan, insyaallah dengan itu bisa meredam covid-19,” kata Gus AMI saat menyapa warga Demak secara virtual di Demak, Selasa (17/11).

Di tengah kondisi itu, lanjut Gus AMI, tidak ada pilihan bagi setiap elemen masyarakat kecuali tetap eksis, mandiri, kuat dan menjalankan semua aktivitas yang mampu dilakukan dengan baik.

BACA JUGA: Inilah Saatnya, Gus AMI Dapat Aplaus Usai Bacakan Puisi WS Rendra

Semua industri juga macet yang mengakibatkan PHK. Sehingga daya beli menurun.

Oleh karena itu, Gus AMI mengutarakan tiga penanganan darurat yang didorong di parlemen.

BACA JUGA: Harapan Gus AMI Saat Berdialog dengan Pelaku UMKM Indramayu

Pertama, darurat pendidikan harus diantisipasi dengan baik.

Gus AMI bersyukur pesantren sejauh ini hadir menjadi solusi darurat pendidikan yang terbaik hari ini.

Pesantren telah memberikan jalan keluar saat pendidikan jarak jauh (PJJ) tidak efektif.

“Oleh karena itu, saya berpesan Bu Esti maupun Pak Ali Makhsun saya minta pendidikan dijadikan prioritas, terutama di pesantren. Saya juga sudah meminta Mendikbud untuk turun melihat fakta itu. Demak harus menjadi contoh bagi Indonesia dan negara lain,” tutur Gus AMI.

Kedua, darurat ekonomi. Gus AMI menyatakan, darurat ekonomi perlu diantisipasi baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha dan lembaga pendidikan yang mencetak kapasitas dan pelaku usaha sebanyak mungkin.

“Bu Esti saya minta UKM ini harus menjadi motor penggerak ekonomi di Demak. Saya juga mendorong pesantren mencetak enterpreneurship sebanyak mungkin. Negara maju jika 2,5 persen penduduknya adalah enterpreneur,” tutur Gus AMI.

Ketiga, kerawanan krisis, baik ekonomi yang bisa berdampak pada ketimpangan, krisis sosial yang menyebabkan kekerasan, perpecahan dan kriminalitas yang meningkat. 

Gus AMI menyatakan, tidak ada pilihan bahwa jalan menyelesaikan persoalan itu adalah dengan menggalakkan infak, sedekah dan zakat.

Ketiganya bisa menjadi solusi bagi krisis sosial di tengah pandemi Covid-19.

“Saya instruksikan kader PKB menjadi motor mengoptimalkan kebijakan infak, zakat dan sedekah di Demak. Dan Insyaallah kalau pasangan nomor 1 (Estianah dan Ali Makhsun) ini menang di Pilkada Demak, semua itu akan diatasi,” tukas Gus AMI.

Dalam kesempatan itu, hadir secara virtual Nelayan Bonang, Petani Dempet, Guru ngaji di Mranggen, dan pelaku UMKM di Pasar Wonosalam. Hadir pula Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Fathan Subchi, Ketua DPW PKB Jateng, KH. Yusuf Chudlory dan Sekretaris DPW Jateng, Sukirman. (*/adk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler