Gus Jazil: Perlu Kebijakan Baru Manajemen Pemasyarakatan

Rabu, 08 September 2021 – 16:11 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan perlu ada grand design dan pola pendekatan baru dalam penanganan warga binaan di lembaga pemasyarakatan. 

Sebab, kata dia, di satu sisi anggaran untuk pemasyarakatan selalu kurang sehingga gedung lapas tidak bisa memenuhi kebutuhan narapidana.

BACA JUGA: Kebakaran Lapas Tangerang, Habib Aboe Minta Ditjen PAS Lakukan Penyelidikan Mendalam

Sementara, di sisi lain angka kriminalitas terus bertambah. 

“Kita tidak lagi bisa menggunakan pola pendekatan seperti sekarang ini untuk kasus-kasus tertentu. Perlu ada pendekatan baru dalam manajemen pemasyarakatan,” kata Jazilul Fawaid dalam keterangannya, Rabu (8/9).  

BACA JUGA: Kebakaran Lapas Tangerang, Herman Herry: Saya Minta Polisi Investigasi Mendalam

Sosok yang akrab disapa Gus Jazil mengatakan itu menanggapi peristiwa kebakaran di Lapas Klas I Tangerang, Banten, Rabu (8/9) dini hari, yang mengakibatkan 41 orang meninggal dunia, dan 72 lainnya mengalami luka-luka. 

Gus Jazil mengatakan bahwa Lapas Klas I Tangerang mengalami overload. Menurutnya, overload tidak hanya terjadi di Lapas Klas I Tangerang, tetapi juga di banyak lapas di Indonesia. 

BACA JUGA: Bamsoet Sampaikan Belasungkawa Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

“Kalau anggaran kurang sementara tidak ada pendekatan baru dalam kebijakan lapas, dan di sisi lain dinamika kriminalitas terus berkembang, maka menurut saya, para pakar pemasyarakatan, pakar hukum, harus berkumpul untuk mencari solusi,” ungkapnya. 

“Kalau menunggu anggaran beres, saya yakin lima sampai 10 tahun lagi pun belum beres, sementara angka kriminalitas makin bertambah,” lanjut Gus Jazil.

Anggota Komisi III DPR itu menambahkan bahwa kekurangan anggaran tidak hanya terjadi di lapas saja, tetapi di  berbagai kementerian dan lembaga lainnya, terlebih lagi negara sedang mengalami krisis akibat pandemi Covid-19. 

“Perlu ada kebijakan baru di bidang pemasyarakatan setelah melihat lapas di mana-mana mengalami over capacity, apalagi lapas narkoba. Usul saya, pemerintah dan kita semua harus memikirkan konsep baru pemasyarakan,” urainya. 

Menurut Gus Jazil, kalau berbicara soal kekurangan anggaran maka di tengah kondisi negara yang sedang mengalami krisis, pendekatan anggaran akan sulit menemukan solusinya. 

“Lapas narkoba di mana-mana overload, belum lagi sekarang ada Undang-Undang ITE maka jumlah narapidana akan makin bertambah terus. Kalau pendekatannya masih sama seperti sekarang maka tidak akan terselesaikan,” kata Guz Jazil. 

Nah, kata dia, di sinilah  membutuhkan peran semua untuk mengubah desain dan pembinaan kepada warga binaan. Menurutnya, selama hal ini ini belum dilakukan maka persoalannya akan sama terus dan berulang. “Problem-nya juga akan sama yakni anggaran, SDM, dan lain-lain,” kata wakil ketua umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. 

Menurut Gus Jazil, karena sekarang pemerintah dan DPR tengah membahas RUU tentang Perubahan Atas UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, maka diperlukan ide-ide segar sebagai masukan. 

Sehingga, kata dia, ada model baru yang lebih tepat dalam menangani persoalan kemasyarakatan. 

“Jadi, solusinya bukan semata-mata soal anggaran meskipun anggaran memang diperlukan, atau soal kekurangan SDM di lapas, tetapi bagaimana ada pendekatan baru dalam penanganan persoalan kemasyarakatan,” katanya. (boy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler