Gus Menteri: Pembangunan Desa Harus Bertumpu ke Akar Budaya

Jumat, 04 Desember 2020 – 17:14 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. Foto: Humas Kemendes PDTT.

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar atau Gus Menteri mengatakan bahwa pembangunan desa harus bertumpu kepada akar budaya yang ada di masyarakat setempat. 

Gus Menteri mengatakan itu secara virtual saat diundang menjadi narasumber talkshow “Temu Kenali Budaya Desaku “yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta, Jumat (4/12).

BACA JUGA: Gus Menteri: Ini Saatnya BUMDes Resmi Jadi Badan Hukum

Gus Menteri dalam kesempatan itu memberi tanggapan soal strategi untuk memajukan budaya di desa agar bisa naik kelas.

Ia menjabarkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah miliki arah kebijakan untuk membangun desa secara utuh.

BACA JUGA: Gus Menteri: Dana Desa Digunakan untuk Pertumbuhan Ekonomi dan SDM

"Kebijakan ini dituangkan dalam buka yang kami sebut SDGs Desa yang merupakan pembumian dari SDGs Global, melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs," kata doktor honoris causa dari Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Menurut Gus Menteri, konsep ini kemudian dibumikan lagi. Ia menjelaskan dari 17 tujuan dalam SDGs Global, maka di SGDs Desa ditambahkan lagi satu poin yaitu Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adatif. "Di sini posisinya soal budaya,” tegasnya.

BACA JUGA: IFAD Kagumi SDGs Gagasan Gus Menteri

Dengan demikian, lanjut Gus Menteri, untuk pembangunan apa pun di desa harus bertumpu pada akar budaya masyarakat setempat.

“Karena semua hal yang dibangun dengan basis budaya pasti akan miliki ketahanan yang luar biasa, akan miliki tangkal yang bagus," kata Gus Menteri.

Ia mencontohkan, budaya gotong royong yang dinilai mulai tergerus akan kembali bangkit dan subur bila semua proses pembangunan di desa berbasis kebudayaan. Pun demikian soal ide untuk membangkitkan kembali kebiasaan lama atau adat yang dinilai bagus, seperti penyelesaian permasalah sosial tidak langsung ke ranah hukum, tetapi lebih pada pendekatan budaya yang ada di desa.

"Bahkan permasalahan hukum yang sumir di desa tidak pernah dilakukan pendekatan hukum tetapi pendekatan budaya dan diselesaikan oleh Mbah Lurah karena punyai karisma," ungkap mantan ketua DPRD Jombang ini.

Gus Menteri mengatakan pihaknya membangun desa dengan SDGs Desa berbasis utama 17 goals seperti Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sejahtera dan Desa Peduli Pendidikan. Namun, kata dia, semuanya berpijak pada tujuan ke-18 yaitu Kelembagaan Desa dan Budaya Desa yang Adaptif.

Adapun 18 Goals dalam SDGs Desa yaitu:

1. Desa Tanpa Kemiskinan
2. Desa tanpa kelaparan
3. Desa Sehat dan Sejahtera
4. Pendidikan Desa Berkualitas
5. Desa Berkesetaraan Gender
6. Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi
7. Desa yang Berenergi Bersih dan Terbarukan
8. Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi Desa
9. Inovasi dan Infrastruktur Desa
10. Desa Tanpa Kesenjangan
11. Kawasan Pemukiman Desa Berkelanjutan
12. Konsumsi dan Produksi Desa yang Sadar Lingkungan
13. Pengendalian dan Perubahan Iklim oleh Desa
14. Ekosistem Laut Desa
15. Ekosistem Daratan Desa
16. Desa damai dan Berkeadilan
17. Kemitraan untuk Pembangunan Desa
18. Kelembagaan desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif. (*/jpnn)

 

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler