H-3 Idulfitri, Harga Ikan Gabus Giling Capai Rp85 Ribu Perkilogram

Jumat, 23 Juni 2017 – 03:45 WIB
Pasar Ikan. Foto: ilustrasi dokumen JPNN

jpnn.com, PALEMBANG - Memasuki H-3 Idulfitri, beberapa bahan sembako di pasar mulai menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada buncis yang mencapai 200 persen dibandingkan awal Ramadan.

Kemarin (22/6), harganya di kalangan pedagang Pasar 26 Ilir dijual pada kisaran Rp10 ribu-17 ribu/kg.

BACA JUGA: Pencopet Lama Disikat, Eh, Muncul Pelaku Baru dengan Sebutan Teletubbies

“Kalau diambilkan Rp10 ribu/kg. Tapi bila ingin memilih sendiri, harganya Rp15 ribu/kg. Sedangkan bagi yang bukan langganan kami jual Rp 17 ribu/kg. Dibandingkan awal bulan lalu, terjadi kenaikan 200 persen dari harga sebelumnya Rp5 ribu-7 ribu/kg,” kata Yuni (41), pedagang sayur di Pasar 26 Ilir yang ditemui di lapaknya berjualan, kemarin (22/6).

Selain itu, untuk bawang merah dijual seharga Rp24 ribu/kg dan bawang putih dikisaran Rp35-40 ribu/kg. Sedangkan cabai merah besar (lombok, red) dihargai Rp14 ribu/kg dan cabai merah keriting Rp24 ribu/kg.

BACA JUGA: Ketagihan Judi Online, Pemuda Ini Nekat Gelapkan Motor Teman

“Harga ini akan terus bergerak hingga H-1 Lebaran. Sebab diprediksi kebutuhan akan semakin meningkat dan stok yang ada juga berkurang akibat pembatasan pengiriman selama jelang Lebaran dari Pulau Jawa,” jelasnya.

Di tempat terpisah, untuk ikan giling jenis tenggiri biasa Rp38 ribu/kg. Sedangkan untuk ikan tenggiri super Rp42 ribu/kg. Sementara untuk ikan giling jenis gabus dijual antara Rp75 ribu-80 ribu/kg. Ikan giling gabus super mencapai Rp85 ribu/kg.

BACA JUGA: Pengiriman Pempek Melalui Pos Indonesia Ditargetkan Tembus 4 Ton

“Sekarang kami lebih fokus untuk memenuhi pesanan saja. Meski begitu, kita juga tetap menyiapkan, tapi tidak banyak seperti hari biasa,” ulas Murni, pedagang ikan giling.

Sementara itu, untuk harga daging ayam yang awal pekan lalu sekitar Rp30 ribu/kg, sekarang dijual pedagang antara Rp35-37 ribu /kg.

“Walau mahal, pembeli masih tetap banyak. Namun biasanya disimpan dulu di kulkas sebelum dimasak. Sebab kalau beli besok (hari ini, 23/6, red), harga bisa naik lagi. Karena kita sudah tidak lagi dipasok ayam oleh peternak. Jadi mau tidak mau, harga ikut dinaikkan,” tandasnya.

Maria (33), warga Jl Ratna mengungkapkan, dirinya terpaksa beli kebutuhan Lebaran beberapa hari jelang Lebaran. Sebab kalau H-1 Lebaran, harganya akan lebih mahal lagi. “Sekarang saja sudah mahal, apalagi nanti. Kami harap, kondisi ini cuma terjadi selama jelang Lebaran saja,” imbuhnya sembari terus melanjutkan berbelanja.

Di Pasar Km 5, harga ayam potong naik Rp1.000/kg dari sebelumnya Rp34 ribu menjadi Rp35 ribu/kg. Harga ini dipastikan akan terus naik hingga H-1 Lebaran. Yayan, penjual ayam mengatakan, permintaan ayam terus naik dari biasanya. Beberapa hari sebelumnya, dirinya bisa menghabiskan 30 kg ayam, sekarang naik jadi 35 kg ayam/hari. “Karena saat Lebaran, banyak yang ingin menikmati daging ayam. Makanya harganya ikut naik,” paparnya.

Sedangkan untuk harga daging dijual Rp150 ribu atau mengalami kenaikan Rp20 ribu/kg dari awal puasa. “Dari Rumah Potong Hewan, kita keluargkan modal Rp94-Rp95 ribu/kg, belum ditambah ongkos antar. Meski mahal, permintaan daging cukup meningkat dibandingkan awal-awal puasa,” bebernya.

Sementara itu, Maryam, penjual sayur mengatakan, untuk cabai keriting harganya Rp30 ribu, bawang putih Rp35 ribu, bawang merah Rp40 ribu, cabai rawit Rp30 ribu. Menurut dia, penjualan jelang Lebaran tahun ini lumayan meningkat. “Karena banyak yang mulai memebeli bumbu masak keperluan Lebaran,” katanya.

Untuk harga sembako lainnya juga mulai merangkak naik. Seperti ayam dijual Rp20 ribu/kg, gula pasir dijual Rp13 ribu/kg, beras dari berbagai mereka dijual bervariasi antara Rp11 ribu/kg hingga Rp12 ribu/kg.

Harga kebutuhan pokok di Pasar Talang Kelapa juga terpantau sudah mulai naik dibanding awal Ramadan. Seperti harga ikan gabus giling sebelumnya Rp60 ribu kini melonjak jadi Rp80 ribu/kg.

Winda , seorang pedagang ikan giling di Pasar Talang Kelapa mengatakan, kenaikan kali ini cukup tinggi. Karena permintaan ikan gabus giling di tingkat masyarakat mulai tinggi.

“Mendekati Lebaran, masyarakat mulai menyiapkan menu khusus, salah satunya pempek yang membutuhkan ikan gabus. Makanya kebutuhan ikan gabus meningkat,” kata Winda.

Sedangkan stok ikan gabus yang dijual di pasaran terbatas lantaran dari agen ikan gabus gilingnya sudah membatasi stok untuk pedagang di pasar. “Wajar, di bulan puasa para nelayan sulit mendapatkan ikan gabus. Makanya stok terbatas,” cetusnya kepada Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) Kamis.

Dengan keterbatasan stok tersebut, ungkap dia, otomatis akan meningkatkan harga jual ikan. Apalagi permintaan masyarakat akan ikan gabus ini mengalami kenaikan hingga 60 persen dari biasanya.

“Permintaan ikan gabus cukup tinggi, dengan sedikitnya stok, membuat kita tidak mampu memenuhi permintaan mereka. Makanya harganya melonjak,” pungkasnya. (qiw/afi/uni/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Kebutuhan Pokok Terus Meroket, Daging Sapi Tembus Sampai…


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler