Hadapi ACFTA, Bea Cukai Perketat Pengawasan

Senin, 22 Februari 2010 – 13:23 WIB
JAKARTA - Pemberlakuan Free Trade Agreement (FTA), dikatakan oleh Agung Uswandono, Direktur Teknis Kepabeanan Ditjen Bea Cukai (DJBC), bukanlah hal baruKesepakatan FTA telah ditandatangani sejak tahun 2002, namun baru terasa pengaruhnya saat ini saat ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) mulai diberlakukan

BACA JUGA: Syarif: ACFTA Mampu Buka Peluang Usaha UKM

Dalam paparannya saat menghadiri talk show "Membedah APBN 2010", Senin (22/2), di Kementerian keuangan, Jakarta, Agung mengatakan bahwa ACFTA mulai terasa berdampak (khususnya) pada masuknya barang-barang dari China.

"Saat ini kita hanya bisa pasrah
Namun pengertiannya, tetap harus ada langkah-langkah antisipasi

BACA JUGA: 2013, Penerimaan Pajak Diproyeksi Rp 1.000 Triliun

Banyak langkah yang dilakukan Ditjen Bea Cukai
Yang terpenting, kita mulai perketat pengawasan secara lebih intensif lagi terhadap barang masuk," kata Agung.

DJBC, kata Agung pula, telah membuat beberapa langkah antisipasi

BACA JUGA: Target BC Naik tapi Kurang Pegawai

Di antaranya adalah dengan meningkatkan pengawasan ketentuan impor dan ekspor dalam pelaksanaan FTA.

"Selain itu, telah diterbitkan Instruksi Dirjen No INS-01/BC/2010 tentang Peningkatan Pengawasan Impor dan Ekspor dalam Pelaksanaan FTAYang paling penting lagi, kita telah menerapkan early warning system untuk pemantauan dini terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan impor," kata Agung.

Selain langkah-langkah tersebut, DJBC juga disebutkan memperketat pengawasan dari negara mitra FTA, termasuk melakukan pengawasan awal terhadap kepatuhan SNI, label, kadaluarsa, kesehatan, lingkungan dan keamanan"Langkah-langkah antisipasi juga dengan (melakukan) peningkatan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukaiBaik dari (segi) peningkatan pelayanan, penegakan hukum, maupun optimalisasi penerimaan negara," jelas Agung pula(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bunga Kredit dan KPR Turun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler