Hadirnya PT Yokohama Rubber Jadi Motivasi Ekonomi Batam Bangkit Lagi

Selasa, 25 April 2017 – 15:00 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, BATAM - Direktur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tri Novianto mengungkapkan Batam membutuhkan waktu untuk bisa bangkit dari kelesuan ekonomi global saat ini.

Menurut Tri, Batam saat ini sepi order, namun ada perusahaan asing yang sebentar lagi akan berproduksi dan diperkirakan akan memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

BACA JUGA: SBY Ajak Warga Batam Jayakan Demokrat 2019

"Contohnya Yokohama Rubber Finder di kawasan industri Kabil. Sebenarnya mereka sudah dua tahun di sini, tapi belum produksi," katanya kepada Batam Pos, Senin (24/4).

Apa alasannya mengapa belum beroperasi hingga saat ini. Novi menjelaskan bahwa perusahaan asing ini masih dalam tahap pembangunan awal atau dalam istilah teknisnya sedang menyusun setup awal.

BACA JUGA: Dualisme di Batam akan Dibahas Melalui Panja

"Karena mereka menggunakan teknologi canggih maka sifatnya adalah harus presisi. Kalau perhitungannya tak tepat, maka produksi tak bisa dimulai," jelasnya.

Tahap setup awal ini yang paling penting. Presisi yang tepat akan memungkinkan proses produksi secara cepat. Makanya waktu yang diperlukan sangat lama untuk membuat semuanya lancar.

BACA JUGA: Diduga Militer, Enam Warga Negara Singapura Diamankan POM AL

"Mereka itu memproduksi floating rubber untuk pipa lepas pantai. Jika sudah produksi maka harganya bisa setara satu mobil Alphard," jelas Novi.

Ketika sudah memproduksi maka mereka juga akan mengambil tenaga kerja lokal. Momen ini diyakini dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi Batam. "Ya pastinya akan mengerek ekonomi nantinya dan memancing investor lain untuk ke Batam," tambahnya.

Novi mengungkapkan hal ini dapat menjadi motivasi bahwa ekonomi Batam akan bangkit lagi. Pernyataan positif ini diperlukan mengingat sepanjang 2017, sudah ada tiga perusahaan asing yang hengkang dari Batam.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Nidec Component Technology Indonesia yang bergerak di bidang industri elektronika. Kemudian PT Sivantos Hearing Solutions yang memproduksi alat bantu pendengaran dan PT Pacific Coating Batam yang bergerak di bidang jasa industri khusus.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan total nilai investasi dari ketiga perusahaan tersebut mencapai sekitar 4 juta Dolar Amerika.

Nidec dengan nilai investasi 2,5 juta Dolar Amerika, Sivantos dengan nilai investasi 610 ribu dolar Amerika dan PT Pacific dengan investasi capai 900 ribu Dolar Amerika.

"Kalau jumlah pekerjanya yang menganggur adalah 1.364 karyawan lokal dan 38 karyawan asing. Sepi order jadi alasan mereka tutup," pungkas Andi.(leo)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jelang Ujian Nasional, Pelajar SMP-MTs Batam Doa dan Dzikir Bersama


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler