Hai Milenial, Ayo Ikut Awasi Pemilu lewat Aplikasi JAPRI

Rabu, 06 Maret 2019 – 21:28 WIB
APLIKASI PEMANTAU: Diskusi sekaligus peluncuran aplikasi JAPRI untuk memantau Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (6/3). Foto: dokumentasi JAPRI for JPG

jpnn.com, JAKARTA - Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia (JAPRI) memperkenalkan aplikasi khusus untuk memantau pemilu. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, JAPRI mengajak milenial bergerak aktif mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019 yang menyerentakkan pemilihan calon legislatif dan calon presiden.

Koordinator Nasional Japri Zaenal Lutfi menyatakan, generasi milenial yang identik dengan aktivitas di media sosial harus didorong dan difasilitasi dalam membuat konten positif. “Jadi tidak sekadar terlibat dalam hiruk pikuk kampanye dukung-mendukung, tetapi juga terlibat pengawasan,” ujarnya dalam acara Diskusi Pemilih Cerdas di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (6/3).

BACA JUGA: KPU Gerak Cepat Coret Nama Dua WNA dari DPT Pemilu

Luthfi menjelaskan, generasi muda punya peran strategis dalam mengawasi pemilu. “Objektifitas kaum milenial memiliki karakteristik pemilih yang rasional, tidak bisa didikte dalam hal pilihan politik tertentu sehingga menjadi dasar yang kuat untuk menjadi relawan JAPRI,” tuturnya.

Aplikasi JAPRI akan mempermudah masyarakat dalam melaporkan pelanggaran pemilu di lapangan. Nantinya, laporan yang masuk melalui aplikasi akan terhubung dengan dashboard yang dipantau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kornas Japri.

BACA JUGA: Waduh, Ada Nama Tiga WNA Terdaftar Coblos di Pemilu

Pada kesempatan sama, praktisi hukum Edward Dewaruci mengharapkan aplikasi JAPRI bisa menarik milenial untuk aktif mengawasi pesta demokrasi. “Saya pikir JAPRI memberikan inovasi luar biasa dalam konteks user generated content berbasis IT,” ulasnya.

Sementara komisioner Bawaslu Mochamad Afifudin mengatakan, pihaknya telah menerima 1.200 pengaduan. Namun, mayoritas pengaduan merupakan temuan petugas di lapangan.

BACA JUGA: Ditemukan Lagi WNA Ber-KTP Masuk DPT Pemilu 2019

“Hanya 400 laporan pelanggaran yang dikirim oleh relawan atau masyarakat. Sisanya dari temuan petugas di lapangan. Artinya, partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu terlihat masih sangat rendah,” ujar Afifudin.(jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akar Konflik Pemilu 2019 versi Peneliti Seven Strategic Studies


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler