Harga Gas Melonjak,Bukti Pemerintah Tak Sensitif

Sabtu, 04 Januari 2014 – 23:58 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kenaikan harga jual gas LPG per 1 Januari 2014, dikhawatirkan dapat memicu gejolak ekonomi di tahun politik Pemilu 2014.

Karena pihak pertama dan yang paling banyak terimbas dari kenaikan tersebut, masyarakat kelas menengah ke bawah. Apalagi angka kenaikannya mencapai Rp 3.959 per kilogram untuk kapasitas tabung 12 kilogram

BACA JUGA: Soal Elpiji, Hatta Janjikan Keputusan Terbaik

"Di balik kenaikan, juga ada ancaman inflasi tahun 2014 yang mencapai 8,4 persen. Ini akan berdampak serius kepada masyarakat ekonomi kelas bawah dan menengah,” ujar Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Waras Wasisto, di Jakarta, Sabtu (4/1).

Menurut Waras, pemerintah seharusnya menilai seluruh elemen terlebih dahulu, sebelum melakukan kenaikan. Salah satunya memerhitungkan kenaikan gaji pegawai negeri sipil yang hanya 6 persen dan upah buruh juga hanya 6 persen.

BACA JUGA: Pimpin Rapat soal Elpiji, Wapres Serahkan Keputusan ke SBY

“Artinya daya beli masyarakat menengah ke bawah semakin terpuruk. Apakah tidak ada cara lain?” tandasnya.

Melihat kondisi ini, tidak heran jika Waras menilai pemerintah tidak sensitif terhadap potensi gejolak masyarakat yang ditimbulkan dari kenaikan gas tersebut. Keputusan tersebut menurutnya, menunjukkan pemerintah tidak peduli tingkat kesulitan masyarakat menengah ke bawah.

BACA JUGA: Pertamina Awasi Pelonjakan Harga Elpiji

"Saat ini minyak tanah juga semakin sulit didapatkan sehingga masyarakat mulai beralih ke bahan bakar gas. Ini menunjukkan pemerintah tidak peduli terhadap masyarakat dan ini akan menambah lebarnya kesenjangan pendapatan antara si kaya dan si miskin,” katanya. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ancam Cabut Izin Perusahaan Langgar UU Minerba


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler