Harga Minyak Dunia Memelesat, Sempat Tertinggi Sejak Akhir Maret

Selasa, 19 April 2022 – 06:15 WIB
Harga minyak dunia meningkat lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Foto: Antara/REUTERS/Jessica Lutz/aa

jpnn.com, JAKARTA - Harga minyak dunia meningkat lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Harga minyak dunia memelesat karen kekhawatiran atas ketatnya pasokan global di tengah krisis Ukraina.

BACA JUGA: Kabar dari The New York Times Bikin Harga Minyak Dunia Menggila

Dilansir dari Antara, minyak mentah Brent menyentuh angka USD 114 per barel akibat pemadaman ladang minyak di Libya.

Di sisi lain, minyak mentah berjangka Brent, patokan global untuk pengiriman Juni, terangkat USD 1,46 atau 1,3 persen, menjadi USD 113,16 per barel.

BACA JUGA: Pasar Berayun Liar, Harga Minyak Dunia Melejit

Kontrak sempat naik menjadi USD 114,84 per barel, tertinggi sejak 28 Maret.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah USD 1,26 atau 1,2 persen, menjadi ditutup di USD 108,21 per barel.

BACA JUGA: Harga Minyak Dunia Turun Tajam, Ambyar Diterjang Hawkish The Fed

WTI mencapai USD 109,81 per barel, juga tertinggi sejak 28 Maret.

National Oil Corp Libya pada Senin (18/4) mengatakan Gelombang penutupan yang menyakitkan telah mulai menghantam fasilitasnya dan menyatakan force majeure atau overmacht di ladang minyak Al-Sharara dan situs lainnya.

Hal itu menambah tekanan pasokan dari sanksi terhadap Rusia.

"Dengan pasokan global yang sekarang sangat ketat, bahkan gangguan yang paling kecil pun kemungkinan akan berdampak besar pada harga," kata Jeffrey Halley, analis di broker OANDA.

Interfax melaporkan pada Jumat (15/4) produksi Rusia turun 7,5 persen pada paruh pertama April dari Maret.

Pemerintah Uni Eropa mengatakan pekan lalu bahwa eksekutif blok itu sedang menyusun proposal untuk melarang minyak mentah Rusia.

Laporan Interfax menambah kekhawatiran kehilangan pasokan minyak mentah yang lebih dalam.

Harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh sinyal bearish untuk harga, ekonomi China melambat pada Maret, menghilangkan angka pertumbuhan kuartal pertama dan memperburuk prospek yang sudah melemah oleh pembatasan COVID-19.

Data pada Senin (18/4) juga menunjukkan China menyuling minyak 2,0 persen lebih sedikit pada Maret (yoy), dengan keluaran (throughput) turun ke level terendah sejak Oktober.

Lonjakan harga minyak mentah menekan margin dan penguncian yang ketat mengurangi konsumsi bahan bakar. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler