BACA JUGA: Investor Malaysia Kuasai Perbatasan Kaltim
Suwarni (38), salah seorang ibu rumah tangga di Kuala Pembuang, menuturkan, dirinya tak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga minyak tanah di tingkat pengecer
“Kalau pun saya beli minyak tanah paling cuma satu liter mengingat harganya yang mahal
BACA JUGA: Narapidana Kabur, Sipir Terancam Dipecat
Itu pun hanya digunakan untuk menghidupkan kayu bakar sebagai pengganti minyak tanah untuk keperluan dapurSuwarni menyampaikan, sebelum minyak tanah mengalami kenaikan harga, untuk harganya hanya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 perliter
BACA JUGA: 6 WNA Punya KTP Batam
“Dengan kenaikan harga minyak tanah ini tentunya sangat memberikan dampak sekali, terutama bagi kami yang berasal dari keluarga yang berpenghasilan pas-pasan,” ucapnya.Sementara itu ditemui terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Seruyan Drs Pincianto, mengatakan, menyikapi mulai langka dan mahalnya harga minyak tanah khususnya di Kuala Pembuang, dirinya mengakui tidak mengetahui pasti penyebabnyaNamun, dirinya berjanji akan menyikapi dengan cepat permasalahan minyak tanah tersebut.
“Kami akan mencari tahu penyebabnya, kenapa sampai minyak tanah mengalami kelangkaan hingga mengalami kenaikan harga yang cukup tinggiMemang untuk masalah ini, bukan hanya terjadi di Kabupaten Seruyan saja, melainkan juga terjadi di beberapa kabupaten/kota di Kalteng seperti di Muara Teweh dan Palangka RayaBahkan ini juga sudah menjadi masalah nasional,” kata Pincianto.
Pihaknya akan melakukan kroscek terkait jumlah suplai BBM khususnya minyak tanah dan premium dari Depo Pertamina Sampit ke agen BBM di Seruyan yang telah ditunjukApakah kelangkaan minyak tanah ini, dikarenakan pasokannya yang kurang atau ada penyebab lain yang mengakibatkan“Kalau memang dikarenakan pasokannya kurang, maka kita akan minta tambah jumlah suplai BBM ke wilayah kita,” ucapnya.
Disamping itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya dalam waktu dekat merencanakan menggelar rapat koordinasi dengan pihak instansi dan vertikal dengan mengundang pihak agen, APMS, pangkalan maupun pengecer BBM untuk membahas lebih jauh permasalahan BBM khususnya minyak tanah dan premium (bensin) yang saat ini mengalami kenaikan.
Dalam rapat itu juga, jelasnya, akan dibahas mengenai pemberlakuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang baru dan juga sekligus membentuk tim gabungan pemantau dan pengendalian BBM“Kami merencanakan menggelar rapat koordinasi itu dalam minggu-minggu kedepanMengingat saat ini masih ada agenda rapat penting lainnya yang harus dibahas,” terang Pincianto.
Dirinya menambahkan, kalau nanti HET BBM baru di Kabupaten Seruyan telah ditetapkan, maka pihaknya akan memberlakukan pembelian BBM dari pangkalan ke masyarakat menggunakan sistem kuponHal ini katanya, tujuannya untuk menghindari terjadinya penyimpangan pendistribusian BBM ke masyarakat selaku pengguna BBM(ind/ton)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 6 WNA Punya KTP Batam
Redaktur : Tim Redaksi