Investor Malaysia "Kuasai" Perbatasan Kaltim

Rabu, 08 Juni 2011 – 12:57 WIB
SAMARINDA- Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, Yadi Sabianoor mengatakan saat ini rencana investasi di Kaltim tercatat sebesar Rp38 triliunJika rencana tersebut bisa direalisasikan, maka investasi tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) BPPMD Kaltim yang dipatok sebesar Rp34 triliun.

"Mudah-mudahan tercapai

BACA JUGA: Narapidana Kabur, Sipir Terancam Dipecat

Apalagi didukung sistem informasi, promosi, dan publikasi online," kata Yadi Sabianoor.

Disebutkan, pada tahun 2010, realisasi investasi di Kaltim sebesar Rp 17,8 triliun
Rinciannya, PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) Rp 7,8 triliun dan PMA (Penanaman Modal Asing) Rp 10 triliun

BACA JUGA: 6 WNA Punya KTP Batam



Yadi Sabianoor menambahkan sebagian besar investor itu berasal dari Malaysia yang berencana menanamkan modalnya di bidang perkebunan dan perikanan di perbatasan Kaltim-Malaysia.

“Investor lebih banyak dari Malaysia karena komunikasi lebih mudah,” tuturnya.

Selain itu, tambah dia, rata-rata investor itu masih punya hubungan keluarga dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di perbatasan, seperti di Nunukan.  Menurut Yadi, ada investor yang sudah berencana membangun hotel di sana
“Kalau infrastruktur belumlah, baru yang sifatnya bisnis,” tambahnya

BACA JUGA: 6 WNA Punya KTP Batam



Dia mengharapkan, masuknya investor Malaysia bisa mengembangkan daerah perbatasan

“Di Nunukan ada pelabuhan terpadu, di sana juga sudah dibangun pertokoanKalau Malaysia mau berinvestasi di situ lebih baik,” jelasnya.

Sementara di daerah perbatasan lain, seperti Kutai Barat (Kubar) dan Malinau, menurut Yadi, belum banyak investor Malaysia di sana“Kita belum ada kerja sama dengan Serawak (yang berbatasan dengan dua kabupaten itu, Red.)Kalau dengan Sabah, sudah ada kerja sama Sosial ekonomi Malaysia-Indonesia atau Sosek Malindo,” terang Yadi.

Dia mengatakan, dalam investasi, kedua pihak saling menguntungkan“Kita diuntungkan untuk percepatan pembangunan perbatasan,” katanya

Tapi, lanjut Yadi, dalam hal ini pemerintah pusat harus segera membangun infrastruktur agar perbatasan lebih berkembang.

Dia mengatakan, sistem informasi di badan yang dipimpinnya terkoneksi dengan yang ada di kabupaten/kotaPetugas di daerah dilatih memprogram, mengidentifikasi, merangkum, dan menyimpulkan informasi potensi daerahnya masing-masing

“Informasi dari kabupaten/kota itu yang jadi informasi potensi Kaltim yang akan kita jual,” katanya.(wan/ha/fuz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden Didesak Aktifkan Gubernur Bengkulu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler