Hari Ibu, Ini 3 Sanjungan Sri Mulyani untuk Peran Perempuan dalam Perekonomian

Kamis, 23 Desember 2021 – 06:45 WIB
Bertepatan dengan Hari Ibu kemarin, Rabu (22/12) Sri Mulyani membeberkan peran perempuan dalam perekonomian. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan peran perempuan yang begitu penting dalam sendi perekonomian, bahkan dunia.

Bertepatan dengan Hari Ibu kemarin, Rabu (22/12) Sri Mulyani membeberkan peran perempuan dalam perekonomian.

BACA JUGA: Lagi-Lagi Kabar Baik dari Sri Mulyani, Berkaitan dengan Utang

1. Negara yang dipimpin perempuan tahan banting

Mengutip riset University of Liverpool dan Reading, Sri Mulyani mengatakan negara yang dipimpin oleh perempuan cenderung menunjukkan kondisi yang lebih baik pada masa pandemi COVID-19.

"Perempuan cenderung memberikan tambahan perspektif dalam kebijakan," ujar Menkeu Sri Mulyani.

BACA JUGA: 3 Kabar Baik dari Sri Mulyani Hari Ini, Angin Surga Banget

Menteri Keuangan Terbaik 2020 versi Global Markets itu menjelaskan sensitivitas terhadap kualitas kebijakan seorang perempuan akan lebih memperhatikan pentingnya dampak yang tidak sama akibat COVID-19 antara perempuan dan laki-laki.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh banyaknya wanita yang bekerja di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial, di mana pandemi sangat menghantam sektor-sektor tersebut.

BACA JUGA: Rasa Percaya Diri Sri Mulyani soal Tapering The Fed Bikin Lega, Alhamdulillah

2. Perempuan melek investasi

Sri Mulyani mengungkapkan aset investor perempuan di pasar modal saat ini mencapai Rp 234 triliun, meningkat dari Rp 181 triliun pada awal 2021.

"Angka ini berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) 2021, di mana porsi investor perempuan di pasar modal menjadi 38 persen dari total aset investor individu," kata Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu menegaskan pemerintah akan terus melakukan edukasi investasi dalam meningkatkan kemampuan perempuan, terutama melalui literasi keuangan.

Selain itu peranan perempuan sebagai investor Surat Berharga Negara (SBN) juga cukup dominan, yang menunjukkan perempuan di Indonesia tidak hanya memiliki literasi.

"Namun, keterampilan dalam mengelola keuangan, termasuk dalam berinvestasi," ucap Sri Mulyani.

3. Kesetaraan gender membawa cuan

Sri Mulyani menjelaskan kesetaraan gender menambahkan nilai perekonomian global sebesar USD 28 triliun atau 26 persen dari produk domestik bruto (PDB) dunia pada 2025.

"Ini adalah saat kita dengan penuh menyetarakan peran wanita dengan pria, khususnya di ekonomi dan pasar ketenagakerjaan," ungkap Menkeu Sri Mulyani dalam acara Kick-Off Ceremonial G20 Empower dan Women20 secara daring di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, setidaknya ekonomi global berpotensi meningkat USD 12 triliun atau 11 persen dari PDB global pada 2025.

"Dengan hanya mempercepat langkah kesetaraan perempuan saja," kata Sri Mulyani. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler