Hari Lahir Pancasila di Bulan Puasa, Perkuat Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan

Sabtu, 01 Juni 2019 – 15:15 WIB
Sesjen MPR RI Ma'ruf Cahyono. Foto: istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Selepas menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan Pancasila memiliki beragam fungsi, seperti dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa.

Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselengggarakan di Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 1 Juni 2019, itu lebih lanjut Ma'ruf Cahyono menuturkan Pancasila adalah kita karena nilai-nilai Pancasila ada dalam kehidupan keseharian di masyarakat.

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar MPR Berkolaborasi dengan Tradisi Prembon Bali

"Oleh karena itu Pancasila harus inheren dengan hidup kita," ucapnya.

BACA JUGA : Respons Ketua Umum Pujakessuma Nusantara Terkait Referendum Aceh

BACA JUGA: Alumni Kelompok Cipayung : Hormati Hasil Pemilu 2019, Rakyat Jangan Terprovokasi

Nilai-nilai yang ideal dalam Pancasila, menurut pria kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, itu harus terasa nyata dalam kiprah, peran, dan kinerja para aparatur sipil negara dan masyarakat luas.

Dirinya bersyukur peringatan Hari Lahir Pancasila bertepatan dengan Bulan Ramadan. Diakui bulan puasa merupakan bulan yang baik di mana dalam satu bulan penuh dengan keberkahan dan nilai kebaikan lainnya.

BACA JUGA: Jelang Sidang Tahunan MPR, Biro Humas Gelar Media Expert Metting

"Kita berpuasa sekaligus memperingati Hari Lahir Pancasila", tuturnya. "Bulan Ramadan memperkuat kita untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan", tambahnya.

BACA JUGA : Oknum Jaksa Selingkuh dengan Banyak Pria

Dalam sambutan upacara, Ma'ruf Cahyono mengatakan, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia.

"Walaupunsebagai bangsa masih belum sempurna tetapi berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila," imbuhnya.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan.

Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif.

Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah.

Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Dalam sambutan, tertulis pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan.

Pertama kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah di mana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara sehingga nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa.

Ma’ruf Cahyono lebih lanjut dalam sambutan itu menuturkan, sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut “JAS MERAH”.

Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride).

Dipaparkan, peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.

Jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi.

Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

Kedua, dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Pancasila sebagai “/eitstars dinamis”, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan.

Sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasi visi dan misi bangsa Indonesia. Bapak, Ibu, Saudara sebangsa dan setanah air.

Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasarr negara, ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia.

Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, Kita Pancasila.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cak Imin: Ayo Rajut Tali Persatuan


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI  

Terpopuler