Hasil Autopsi, Kematian Alumnus IPB Akibat Tindakan Kekerasan

Selasa, 23 Juli 2019 – 23:59 WIB
Kerabat serta tetangga berdatangan di rumah almarhumah Amelia Nurul Supandi. Foto: Hakim/Radar Cianjur

jpnn.com, SUKABUMI - Teka-teki kematian Amelia Ulfah Supandi, 22, gadis asal Jalan Prof Moch Yamin Kelurahan Sayang Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di pinggir sawah di Kampung Bungbulang Sala Eurih RT03/RW05 Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, mulai terkuak.

Dari hasil autopsi dokter spesialis Forensik RSUD R Syamsudin SH Sukabumi, alumnus IPB itu meninggal akibat mendapatkan tindakan kekerasan benda tumpul.

BACA JUGA: KLHK: Bioprospecting Adalah Masa Depan Kita

Terutama pada area muka dan rahang yang mengakibatkan kehilangan oksigen sehingga menghembuskan nafas terakhirnya.

“Hasil autopsi, korban kehilangan oksigen akibat kekerasan tumpul pada bagian muka dan rahang,” ungkap Dokter Nurul Aida Fatia, Selasa (23/7).

BACA JUGA: Sinergi Industri dan SMK Mampu Atasi Ketertinggalan Penguasaan Teknologi

BACA JUGA: Mahasiswi Dihajar Kekasihnya Sendiri

Diperkirakan korban meninggal antara 12 hingga 18 jam jika ditarik ulur dari pemeriksaan awal kepada jenazah bukan dari penemuan pertama korban.

BACA JUGA: Jangan Dipolitisasi ! Hargai Usaha Banyak Pihak untuk Cegah Karhutla

“Diperkirakan usia kematiannya antara 12 hingga 18 jam, berartikan ditarik ulur, bukan dari sejak penemuan pertama korban,” sebut Nurul.

BACA JUGA: Berita Duka, Pelayat Berjubel Mengiringi Pemakaman Jenazah Mahasiswi Cantik

Adapun tentang bercak darah yang ditemukan pada tubuh korban, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium. “Pengecekan lebih dalam dilakukan untuk diketahui apakah bercak darah akibat menstruasi atau bukan, serta ada atau tidaknya kecurigaan persetubuhan,” tandasnya. (dep/upi/rs)

BACA ARTIKEL LAINNYA... IPB Gelar Seminar untuk Evaluasi Praktik Ekonomi Pancasila


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler