Hasil Survei Terbaru soal Elektabilitas Capres - Cawapres

Sabtu, 12 Januari 2019 – 17:07 WIB
Prabowo Subianto dan Jokowi saat pengundian nomor urut pasangan capres - cawapres di KPU, Jumat (21/9) malam. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan capres – cawapres Jokowi - Ma’ruf Amin tetap mengungguli pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, di tengah gencarnya politisasi agama.

Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni mengatakan, gelombang politik identitas bernuansa agama terus dijadikan komoditas oleh elite-elite politik. Setelah memuncak pada Pilgub DKI Jakarta 2017, politisasi agama masih mewarnai wacana publik jelang pemilu serentak pada April mendatang.

BACA JUGA: TKN Jokowi - Maruf Sudah Survei Elektabilitas, Hasilnya?

Calon Presiden Prabowo Subianto misalnya, tampak menggunakan momentum Reuni 212 untuk mendulang dukungan suara. Di sisi lain, kubu capres Jokowi berbalik menggunakan senjata yang sama untuk mengadang serangan rivalnya.

Dimulai sejak terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai pasangan calon wakil presiden, hingga lontaran isu-isu yang menggugat religiusitas Prabowo dan Sandiaga Uno. Puncaknya, muncul desakan untuk menggelar uji baca Alquran bagi capres-cawapres.

BACA JUGA: Perindo dan PSI Paling Berpeluang Jadi Anak Baru di DPR

“Elektabilitas Jokowi - Ma’ruf mencapai 55,6 persen, terpaut lebih dari 20 persen dibanding Prabowo - Sandi yang hanya meraih 32,3 persen,” kata dia dalam keterangan yang diterima JPNN, Sabtu (12/1).

Sisanya sebanyak 12,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

BACA JUGA: Pilpres 2019: Jokowi Merajai Luar Jawa

Dibandingkan hasil survei sebelumnya pada periode November 2018, elektabilitas kedua pasangan cenderung tidak berubah signifikan.

Sebelumnya elektabilitas Jokowi - Ma’ruf sebesar 54,6 persen, sedangkan Prabowo - Sandi 30,6 persen. Responden yang tidak tahu atau tidak menjawab turun dari sebelumnya 14,8 persen.

Vivin mengatakan, meski politisasi agama tidak efektif sebagai strategi politik, tetapi politisasi agama tidak akan menghilang begitu saja.

"Perdebatan tentang hubungan agama dan negara sudah setua umur Republik, sudah saatnya wacana tersebut dikelola dengan baik setelah dinamika pasca-reformasi silam,” pungkas Vivin.

Survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Survei Elektabilitas Kandidat Capres, Ada Fakta Baru!


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler