Hati-Hati, Lansia Rentan Hipertensi, Ini Cara Mencegahnya

Minggu, 19 Februari 2023 – 22:42 WIB
Ilustrasi logo hipertensi. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Risiko hipertensi pada lansia bakal meningkat seiring bertambahnya usia. Dilansir dari data Mayo Clinic, pada pria, risiko ini bakal naik ketika usia 64 tahun ke atas.

Pada wanita, risiko ini bakal meningkat ketika usia 65 tahun ke atas. Umumnya pada lansia, tekanan darah tergolong tinggi apabila lebih dari 140/90 mmHg.

BACA JUGA: 7 Info Penting soal Pendarahan Otak, Hipertensi, Kepala Nyeri, Oh Indra Bekti

Hal yang terjadi pada tubuh jika hipertensi terjadi pada lansia di antaranya sakit kepala parah, pusing, penglihatan buram, mual, telinga berdenging, dan detak jantung tidak teratur.

Selain itu, lansia juga bisa merasa kebingungan, kelelahan, nyeri dada, sulit bernapas, muncul darah dalam urin, serta sensasi berdebar di dada, leher, atau telinga.

BACA JUGA: Ini Cara Mencegah Hipertensi, Mudah dan Murah, Yuk Dicoba!

Hipertensi pada lansia dikaitkan dengan proses penuaan yang terjadi pada tubuh. Makin bertambah usia seseorang, tekanan darah juga meningkat.

Pencegahan hipertensi bisa diminimalisir secara dini dengan mengonsumsi obat-obatan alami yang minim akan efek samping.

BACA JUGA: Simak! Begini Keunikan Hipertensi bagi Perempuan

Madu herbal. Foto: dok Nurutenz

Banyaknya manfaat dari tumbuh tumbuhan yang mengandung zat aktif yang bisa menurunkan hipertensi seperti bunga rosela, daun seledri, buah mengkudu dan daun kumis kucing yang dipercaya masyarakat sejak dahulu bisa menurunkan tekanan darah tinggi.

Berangkat dari banyaknya penderita hipertensi di Indonesia, riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukan, jumlah kasus atau prevalensi hipertensi pada orang dewasa mencapai 34,1 persen.

Persentasi prevalensi hipertensi tersebut mengalami kenaikan dibandingkan lima tahun sebelumnya yang mencapai 25,8 persen yaitu pada 2013.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan hanya satu per tiga kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis dengan tepat.

Hal inilah yang mendasari salah seorang tokoh di dunia  herbal yaitu Yasril untuk membuat sebuah ramuan herbal yang sudah terpercaya bisa mengurangi hipertensi.

"Bahan-bahan herbal tersebut terkandung di dalam madu Nurutenz yang diramu dan dikembangkan secara profesional oleh para ahli di bidang herbal," ujar Yasril.

Menurutnya, madu nurutenz ini terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI sehingga aman untuk dikonsumsi. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler