HEBAT! Paduan Colours Choir Sukses Mengharumkan Nama Indonesia di Pentas Dunia

Kamis, 27 Juli 2017 – 00:10 WIB
Paduan Clours Choirs sukses meraih empat medali emas pada ajang Bali International Choir Festival. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, PALEMBANG - Paduan Colours Choir milik Keuskupan Agung Palembang mengukir sejarah pada ajang Bali International Choir Festival. Meski baru kali pertama mengikut ajang tersebut, namun Paduan Colours Choir mampu meraih empat medali emas dan Tropy 1ST Winner Category Music Of Religion.

Bali International Choir Festival adalah event tahunan yang mempertemukan tim paduan suara terbaik dari Indonesia maupun luar negeri. Kompetisi paduan suara berskala international ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli hingga 20 Juli 2017 yang lalu. Bali International Choir Festival ke-6 ini melibatkan pembicara dan ahli paduan suara dari berbagai negara di dunia.

BACA JUGA: Semester I, Realisasi Penerimaan Pajak Baru Capai Rp 318 miliar

Prestasi ini cukup membanggakan. Tidak hanya dari keluarga besar Colours Choir, namun juga umat di Keuskupan Agung Palembang serta pemerintah dan masyarakat Sumatera Selatan, bahkan Indonesia, juga ikut berbangga. Karena selain menampilkan paduan suara yang baik, tim ini juga ikut mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada dunia luar. Karena tim paduan suara ini menggunakan baju tradisional khas Sumatera Selatan.

Lala Gozali, Founder Paduan Suara Colours Choir, di Sela-sela Misa Syukur Colours Choir di Yayasan Xaverius Centrum, Selasa (25/7) kemarin, mengungkapkan jika prestasi yang diraih ini sungguh di luar dugaan. Keikutsertaan Colours Choir, menurutnya, bukan untuk menjadi yang terbaik, melainkan hanya ingin menampilkan yang terbaik serta menambah pengalaman baru di ajang paduan suara khususnya tingkat Internasional.

BACA JUGA: Ingat Ya, PPP Dukung Calon Pro Umat Islam di Pilgub Jateng

Kompetisi ini juga mendapat dukungan penuh dari Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso. Hal tersebut terlihat bahwa Uskup dengan setia mendampingi Colours Choir selama kompetisi hingga babak Champion Ship.

“Terima kasih Uskup, yang rela menemani kami, walau beda maskapai dan harus delay tujuh jam. We Love You uskup. Mengenai kompetisi, kami sewaktu kompetisi bersaing dengan 13 negara (Korea, Filipina, USA, Switzerland, Indonesia, dan lain-lainnya) dengan total peserta 111 kelompok paduan suara. Colour Choir tampil begitu energik dan walau sempat pesimis tidak akan masuk ke babak selanjutnya,” ucap Lala dalam keterangan persnya.

BACA JUGA: Waduh, Istri Gebukin dan Tendang Suami hingga Tersungkur, Sekarat, Masuk RS

Terbukti, Colour Choir berhasil membawa pulang Thropy 1ST Winner Category Music Of Religion, satu Medali Emas COMPETITION CATEGORY MUSIC OF RELIGION, satu medali emas COMPETITION CATEGORY MUSIC OF FOLKORE, satu medali emas Championship Music Of Folkore dan satu medali emas MUSIC OF RELIGION CHAMPIONSHIP ROUND 1 GOLD MEDAL.

“Total yang kami bawa pulang adalah satu Piala juara dan empat medali emas, sebagai satu-satunya peserta yang membawa pulang banyak medali emas hanya dengan keikutsertaan di 2 kategori perlombaan. Yah tidak sia-sia dan jerih payah terbayarkan,” ucap Lala.

Ia menceritakan bahwa berbagai persiapan terus dilakukan oleh paduan suara Colours Choir sebelum kompetisi tiba, baik itu fisik maupun mental dari anggota paduan suara.

“Latihan empat kali dalam seminggu, dan latihannya harus bisa mengatur waktu semua anggota. Kan ada yang sudah bekerja dan masih duduk di bangku sekolah maupun perguruan tinggi. Sebenernya kami yakin bahwa perjuangan kami yang berat ini akan berbuah hasil yang indah. Kunci utamanya adalah fokus(pada peran dan fungsi masing-masing), percaya diri menyatukan visi dan misi serta kami pasrahkan kepada Kuasa Tuhan apapun hasilnya. Dan selama proses ini sungguh banyak doa dan dukungan banyak pihak terutama ortu kami, bapa uskup dan umat Keuskupan Agung Palembang,“ cerita Lala.

Selaku Founder Paduan Suara Colours Choir, Lala mengaku tidak bisa tidur pada saat menyiapkan segalanya untuk keperluan kompetisi tersebut. Hal tersebut dikarenakan permasalahan biaya baik itu akomodasi maupun biaya pendaftaran kompetisi.

“Saat kompetisi itu ada biaya pendaftaran, baik itu choir clinic, arasemen lagu dan sebagainya. Selain itu, kami juga harus memikirkan akomodasi perjalanan pulang pergi. Yah kami coba-coba mencari tiket promo dan ternyata anggota paduan suara sudah ‘issued’ tiket duluan, Oh My God. Tapi saya waktu itu tetap optimistis akan ada jalan keluar,” curhat Lala.

Saat kompetisi berlangsung, Lala bersama tim paduan suara sempat merasa pesimistis untuk berhasil masuk ke babak Champion Ship dikarenakan semua peserta menampilkan suara yang sangat memukau dewan juri dan penonton.

“Kami sangat pasrah untuk lolos atau tidak. Semuanya menampilkan suara yang terbaik. Setelah kami tampil apa adanya, kami langsung menuju Keuskupan Denpasar, karena di sana telah ditunggu Uskup Agung Palembang. Setelah sampai di Keuskupan, mungkin mujizat itu ada untuk kami, saya ditelepon oleh panitia bahwa kami lolos ke babak Champion Ship,” ungkap Lala.

Ia juga menambahkan bahwa Colours Choir mendapatkan undangan istimewa untuk mengikuti Festival Choir Internasional di Jeju Island Korea Selatan pada bulan Februari 2018 mendatang.

“Undangan tersebut dikarenakan salah satu dewan juri yang berasal dari Korea Selatan mengagumi Lagu ‘Sayang Selayak’ yang dibawakan paduan suara kami yang telah saya arasemen ulang saat Choir Clinik. Beliau langsung mendatangi kami dan mengakui kekagumananya akan lagu tersebut serta memberikan undangan istimewa tersebut,” tambah Lala.

Lala juga mengharapkan, agar paduan suara lainnya khususnya yang ada di Sumatera Selatan semakin maju. “Kepada seluruh anggota Colours Choir, jangan pernah merasa puas diri, karena perjuangan kita belum selesai untuk melayani Tuhan dan sesama. Sekali lagi terimakasih kepada semua pihak baik donatur dan semuanya khususnya kepada Uskup Agung Palembang,”harap lala.

Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ merasa bangga dengan paduan suara Colours Choir yang dimiliki oleh Keuskupan Agung Palembang. Ia juga berpesan agar Colours Choir tetap melayani sesama dan umat di manapun tanpa memandang apapun.

“Sekali lagi selamat, dan tetaplah berkarya bagi gereja dan bangsa Indonesia,” pesan Uskup Agung Palembang saat penutupan misa syukur di Yayasan Xaverius.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gimana Nih, Ribuan Guru Belum Terima Tunjangan Sertifikasi


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler