Heboh Kasus Ratna Sarumpaet tak Akan Bertahan Lama

Selasa, 09 Oktober 2018 – 05:58 WIB
Pasangan bakal capres - cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Banyak kalangan menduga kebohongan Ratna Sarumpaet bakal menggerus elektabilitas pasangan Prabowo – Sandi.

Namun, hal itu dibantah Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan. Menurutnya, meski kasus tersebut sempat memancing perhatian publik, kecil kemungkinan kabar hoaks yang disampaikan Ratna berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas Prabowo-Sandi.

BACA JUGA: Ari Sebut 10 Nama Berpotensi Turunkan Elektabilitas Prabowo

Djayadi menyebut kasus Ratna tidak akan berpengaruh besar terhadap Prabowo - Sandi. Sebab, para pemilih Prabowo - Sandi merupakan kelompok di luar Joko Widodo.

’’Malah makin belain. Mengapa? Karena pemilih Prabowo itu cenderung pemilih yang anti-Jokowi. Apa pun yang dilakukan Prabowo, mereka akan melakukan pembenaran,’’ kata Djayadi.

BACA JUGA: Tim Prabowo Kerahkan 300 Pengacara untuk Kawal Amien Rais

Karena itu, dia sangat yakin dinamika kasus Ratna tidak akan bertahan lama. Sementara itu, pemilihan presiden masih enam bulan lagi.

’’Karena ini enggak berkaitan dengan isu ekonomi. Kalau ini berkaitan, bisa panjang. Ini isu fundamental. Comes and go. Dugaan saya tidak terlalu lama bertahan,’’ jelasnya.

BACA JUGA: Pengamat: Pilpres Sudah Berakhir, Kemenangan Ada di..

Prabowo - Sandi bisa memanfaatkan waktu enam bulan itu untuk meningkatkan citra diri. Kemungkinan lain yang bisa membalik permainan adalah bila isu hoaks juga menerpa kubu petahana.

’’Isu seperti ini kan timbul tenggelam. Bisa jadi nanti isu serupa menimpa kubu Jokowi. Hal ini akan membuat keadaan berimbang,’’ katanya.

Di sisi lain, elektabilitas kubu petahana juga tidak terlalu terpengaruh isu-isu negatif yang menyerang kinerja pemerintahan. Jokowi masih sangat kuat dalam hal tingkat kepercayaan pemilih.

BACA JUGA: Ari Sebut 10 Nama Berpotensi Turunkan Elektabilitas Prabowo

Berdasar survei SMRC, 73,4 persen masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan saat ini. Perinciannya, sangat puas 9,7 persen dan cukup puas63,7 persen.

Yang kurang puas 22,6 persen, tidak puas 2,8 persen, dan TT/TJ (tidak tahu/tidak jawab) 1,2 persen. ’’Kalau tidak ada perubahan hingga hari pemilihan, logikanya Jokowi bisa memenangkan pertarungan,’’ tuturnya. (bay/c15/fat)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ratna Sarumpaet Siap Ladeni Laporan Gerindra


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler