Heboh Penggerebekan Home Industry, Pemilik Berteriak Sambil Memaki

Jumat, 16 Juni 2017 – 13:19 WIB
BARANG BUKTI: Pemilik home industry Fonny Magdalena dan sirup yang dikemas dalam kardus. Foto Satria Nugraha/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Polisi sempat bersitegang dengan pemilik home industry, Fonny Magdalena Elim. Keributan tersebut terjadi setelah Fonny menghalangi wartawan saat akan mengambil foto dan video di lokasi tersebut pada Kamis (15/6).

Tidak hanya itu, beberapa kali Fonny menampar kamera wartawan yang akan masuk ke home industry miliknya.

BACA JUGA: Home Industry Abon Sapi Oplosan tak Kantongi Izin

Keributan tersebut berawal saat wartawan mendatangi lokasi pembuatan sirup ilegal.

Setelah beberapa wartawan masuk dan mengambil gambar, Fonny dengan nada tinggi mengusir wartawan.

BACA JUGA: Satgas Pangan Gerebek Home Industry Abon Sapi, Begini Kecurangannya!

Dia menghalangi wartawan dengan tubuhnya. Bahkan dia sempat akan menutup pintu dan tidak mengizinkan wartawan masuk.

Melihat kejadian itu, Kompol Bayu Indra Wiguno menjelaskan, Fonny tidak perlu bersikap seperti itu terhadap para wartawan.

BACA JUGA: Satgas Pangan Bongkar Home Industry Abon Sapi Dioplos Daging Ayam

Selain keterbukaan publik, dengan dilakukan penggerebekan dan penyegelan tempat tersebut, secara sah menjadi hak dan pengusaan polisi. Sehingga tidak perlu dihalang-halangi.

Meski sudah diberi penjelasan, Fonny tetap ngotot. Dia kembali bertingkah dengan berteriak sambil memaki-maki wartawan.

Setelah itu, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar datang dan melakukan hal yang sama yakni memberikan pengertian kepada Fonny. Namun, dia tidak tak menginginkan wartawan masuk.

Akhirnya, Lily meminta wartawan masuk. Fonny dipegang oleh beberapa penyidik yang mencoba berontak.

Di sela wartawan yang melakukan peliputan, Fonny mengatakan jika pihaknya tidak ingin ada wartawan di home industry miliknya.

Dia hanya mengizinkan polisi untuk masuk. Sebab dia mengaku jika usahanya itu sudah memiliki izin, hanya saja dia lupa memperpanjangnya sejak lima bulan yang lalu.

“Selain itu, saya tidak tahu jika izin itu sudah tidak berlaku. Sebab di surat itu tidak ada tanggal kadaluarsanya,” ungkapnya dengan nada keras.

Namun, saat akan dikonfirmasi lebih lanjut terkait izin itu, Fonny malah enggan berkomentar dan mencoba menyembunyikan sejumlah barang bukti seperti stiker yang digunakan sebagai label dan mematikan lampu salah satu ruang produksi.

Bahkan dia juga sempat mengunci pintu rolling door padahal wartawan dan penyidik masih berada di dalam rumah tersebut. (yua/no)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler