Hendak Pertanyakan Tunjangan Operasional, Anggota Polhut Diusir

Jumat, 09 Januari 2015 – 22:53 WIB

jpnn.com - NUNUKAN -  Belasan anggota Polisi Hutan (Polhut) di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Nunukan harus merelakan haknya mendapatkan tunjungan operasional. Sebab, uang makan yang dilebur menjadi tunjangan operasional sebesar Rp 20 ribu perhari tersebut selama satu tahun nihil.

“Uang tunjangan kami 2014 tidak ada kami terima. Infonya karena bupati tidak mau tanda tangani surat pencairannya. Alasannya kami tidak paham,” kata salah seorang anggota Polhut Nunukan dilansir Radar Nunukan (Grup JPNN.com), Jumat (9/1).  

BACA JUGA: Ini Penyebab Lion Air Rute Tarakan-Jakarta Gagal Berangkat

Diungkapkan, sejak 2013 lalu tunjangan operasional sudah terlihat akan dihapus. Sebab, tunjangan yang menjadi hak Polhut tersebut mengalami keterlambatan pencairannya. Alasannya juga sama, tidak ingin ditandatangani bupati.

“Nah, di 2014 ini puncaknya. Tunjangan sudah tidak ada sama sekali. Padahal, tunjangan tersebut menjadi penghasilan tambahan selama melakukan tugas di lapangan,” akunya dan diamini rekannya yang lain.

BACA JUGA: Menteri Yuddy Sarankan BTPN Surabaya Perbaiki Layanan

“Sempat ada anggota ingin bertemu langsung bupati untuk menanyakan alasannya. Sebab, pimpinan kami sudah tidak dapat mengurusnya. Jangankan memberikan penjelasan, teman kami justru diusir dari kantor bupati,” sambungnya kesal.

Kepala Dishutbun Nunukan Suhadi SHut, yang coba dikonfirmasi mengenai persoalan ini belum dapat ditemui, sebab sedang melakukan tugas di luar daerah.

BACA JUGA: Diajak Beli Telur, Bocah Tewas Tertabrak Truk

Sementara, Kepala Seksi Perlindungan Hutan Dishutbun Nunukan Hafit Wijayanto S Hut membenarkan tidak adanya tunjangan operasional yang dimaksud. Namun, untuk penjelasan lebih jelasnya, dia meminta untuk menanyakan langsung dengan pimpinannya.

“Silakan ke pimpinan saja. Mungkin beliau bisa menjelaskannya,” singkatnya.

Sementara itu, Bupati Nunukan Drs H Basri MSi belum dapat dikonfirmasi lantaran sedang Dinas Luar (DL). Nomor ponsel yang dihubungi juga tidak aktif. (oya/jpnn)  

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemkot Bandung Butuh Rp 10 Miliar untuk Persiapan KTT Asia Afrika


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler