Henry Yosodiningrat: Pansus Ingin Memperbaiki Kelemahan KPK

Sabtu, 15 Juli 2017 – 01:17 WIB
Petugas kebersihan sedang membersihkan logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto/ilustrasi: Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Henry Yosodiningrat mengatakan, pansus dibentuk untuk memperkuat komisi antirasuah itu.

“Percayalah bahwa tidak ada di antara kami ingin melakukan pelemahan terhadap KPK. Kami justru ingin memperkuat KPK dengan memperbaiki kelemahannya,” terang Henry, Jumat (14/7).

BACA JUGA: JIN Pun Ikut Dukung Pansus Angket KPK

Dia menambahkan, jika ada indikasi temuan tentu pansus akan melakukan berbagai langkah.

“Apakah komisionernya diganti? Dengan tidak membakar lumbungnya. Istilahnya jangan karena ada tikus lalu membakar lumbung. Atau memang harus kita bubarkan? Itu soal nanti. Jangan terlalu berprasangka buruk. Semoga seluruh pihak bisa memahami niat tulus yang kami lakukan,” kata Henry.

BACA JUGA: Yakinlah, KPK Segera Jerat Papa Novanto sebagai Tersangka

Menurut Henry, pansus dibentuk untuk menjawab apakah indikasi yang disampaikan sebagian rakyat kepada wakilnya di DPR bahwa KPK dianggap melanggar prinsip-prinsip hukum yang diatur dalam UU.

Pihaknya mengapresiasi dukungan dan masukan beberapa elemen masyarakat terhadap kehadiran Pansus KPK tersebut. Begitu juga dengan saran dan kritik dari kelompok yang menolak.

BACA JUGA: Nah, KPK Jerat Eks Perusahaan Milik Sandiaga

Bersama Ketua Pansus KPK Agun Gunandjar Sudarsa (Golkar) dan Wakil Ketua Pansus KPK Taufiqulhadi (NasDem), Henry (PDI Perjuangan) beserta anggota Pansus lainnya mendengarkan dengan saksama masukan dan dukungan dari kelompok yang menamakan dirinya Koalisi Masyarakat Pendukung Pansus KPK dan Jaringan Islam Nusantara (JIN).

Pada audiensi sebelumnya, Jumat (14/7) pagi, Pansus KPK juga menerima kunjungan dari Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Aliansi Pemuda Cinta Indonesia yang merupakan kelompok penolak pansus.

“Disebutkan tadi (dalam RDPU) bahwa KPK bekerja berdasarkan SOP yang dibuatnya sendiri, yang diduga bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum. Ini yang akan kami selidiki,” ujarnya.

Dia menambahkan, KPK di dalam pelaksanaan tugasnya juga telah mengesampingkan presumption of innocence alias asas praduga tak bersalah dengan seenaknya menyebut nama-nama orang yang belum ada bukti permulaan.

“Disebutkan juga bahwa 15 tahun KPK dibentuk belum menunjukkan adanya penurunan dari tingkat korupsi di tanah air. Kami berterima kasih ada rekomendasi bahwa Pansus ini diharapkan tegas. Itu jaminan dari kami. Kami-kami yang duduk di Pansus ini adalah orang-orang yang siap dengan segala risikonya. Kami sadar bahwa tidak semua mendukung. Yang meneror menolak juga banyak. Tapi kami juga tetap akan tegas karena kami menjalankan amanah dari rakyat,” urai Henry.

Dia berharap pansus diberi kesempatan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya nanti akan diumumkan.

“Apakah hasilnya nanti bisa menjawab pertanyaan indikasi terjadi pelanggaran selama ini itu benar atau tidak. Kedua, selama ini sebagian masyarakat kita masih menganggap bahwa KPK itu isinya malaikat semua, kemudian kami yang di DPR itu sebagian adalah iblis. Tolong jangan digeneralisasi. Kami yang ada di sini sama, manusia biasa, seperti rekan yang ada di KPK,” ucapnya.

Henry mengatakan, pihaknya tidak mengklaim bahwa Pansus KPK seluruhnya adalah malaikat. Kerja Pansus, imbuh Henry, sampai jam tiga pagi itu tidak pernah terekspose.

“Bahkan hari Sabtu dan Minggu besok kami Tim Pansus ini sepakat akan mengadakan pertemuan lagi. Jadi, kami tidak pernah dipublikasikan oleh rekan-rekan pers. Kami kalau salah sedikit saja, sampai ke dasar bumi paling dalam terus diberitakan. Tapi kalau kami melakukan sesuatu yang benar, untuk kemaslahatan rakyat, dibilang itu memang kewajiban kalian,” ujar Henry. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kembali Dipanggil KPK, Sandiaga Uno: Jangan Berburuk Sangka


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler