HMI Harus Lanjutkan Perjuangan Profesor Lafran Pane

Jumat, 01 Maret 2019 – 19:54 WIB
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah di acara Peringatan Milad HMI ke 72 oleh HMI Cabang Malang Jawa Timur. Foto: Humas MPR

jpnn.com, MALANG - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah meminta kepada segenap kader HMI Cabang Malang untuk mewarisi api perjuangan Pendiri HMI, Prof Lafran Pane.

Atas jasanya yang besar kepada bangsa dan negara, Presiden Joko Widodo pun telah memberikan anugerah Pahlawan Nasional kepada Lafran Pane berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 115/TK/Tahun 2017.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Hidayat: Saya Melawan Hoaks Secara Konstitusional

"Sebagai pendiri HMI, Lafran Pane telah menekankan pentingnya semangat Islam dan nasionalisme serta keterpaduan antara dakwah Islam dan Nasionalisme. Semangat inilah yang harus diwarisi bukan hanya oleh kader-kader HMI tetapi juga oleh seluruh umat Islam Indonesia" kata legislator asal daerah pemilihan Malang Raya itu dalam acara Peringatan Milad HMI ke 72 oleh HMI Cabang Malang Jawa Timur.

Acara itu sendiri mengambil tema "Merajut Perbedaan Kokohkan Persatuan Dan Memperkuat Empat Pilar Berbangsa Demi Menjaga Keutuhan NKRI" di Aula Gedung C Pasca Sarjana UIN Malik Ibrahim Malang hari ini.

BACA JUGA: Stan MPR Semarakkan Pameran Kampung Hukum 2019

Basarah yang juga penerima penghargaan KAHMI AWARD pada tahun 2015 lalu memaparkan lebih lanjut bahwa komitmen dan konsistensi korps keluarga besar HMI untuk Indonesia sudah demikian jelas.

Hal ini terlihat jelas dalam dua tujuan awal berdinya HMI, yaitu mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta yang kedua, adalah menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam.

BACA JUGA: MPR RI - IAIN Purwokerto Kerja Sama untuk Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kampus

"Inilah bukti nyata, bukti konkret bahwa antara Islam dan kebangsaan tidak saling menegasikan, dan keduanya bisa berjalan beriringan dan berdampingan dengan harmonis," jelas Wasekjen PDI Perjuangan tersebut.

Pada bagian lain, Basarah juga menyinggung sumbangsih dan perjuangan fisik organisasi mahasiswa yang lahir pada 5 Februari 1947 atau 14 Rabiul Awwal tahun 1366 Hijriyah.

Sebagai contoh HMI ikut berjuang menghadapi agresi II militer Belanda pada tahun 1948, berjuang menumpas pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun.

Kemudian mengirimkan ratusan kader dan sukarelawan "Dwikora" di Kalimantan Utara selama setahun atau pada periode 1964-1965.

Di akhir pidatonya Ketua Badan Sosialiasi MPR RI itu juga mengharapkan agar pemerintah, baik nasional maupun daerah agar terus memberikan dukungan agar kaderisasi dalam tubuh HMI terus berlangsung.

Bersama-sama ormas mahasiswa yang lain seperti GMNI, PMII GMKI PMKRI, IMM, GM-FKPPI dan yang lainnya adalah kawah candradimuka kader-kader pemimpin bangsa yang sudah terbukti memberikan kontribusi besar melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa sejak awal Indonesia merdeka dulu.

Calon-calon pemimpin bangsa memang sudah selayaknya harus mengalami proses penggemblengan sejak usia muda, sehingga jiwa kepemimpinannya, integritasnya dan kapabilitasnya sudah melalui proses pengujian sejak memimpin organisasi gerakan pemuda dan mahasiswa.

Pemimpin yang lahir dari proses penggemblengan yang matang insyaallah akan lebih baik dari pada pemimpin yang lahir secara instan dan mengandalkan dukungan modal serta popularitas semata yang dapat direkayasa melalui sistem dan teknologi komunikasi politik yang memang sudah semakin canggih saat ini.

"HMI, GMNI, PMII, PMKRI, GMKI, IMM, GM-FKPPI dan ormas-ormas kemahasiswaan lainnya harus terus kita dukung dan kembangkan keberadaannya kalau kita memang serius ingin menyiapkan generasi-generasi baru yang akan melanjutkam estafet kepemimpinan bangsa yang berpeguh teguh pada nilai-nilai keindonesiaan yang kokoh" ujar Ahmad. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Strategi PKB untuk Meningkatkan Partisipasi Pemilih di Pemilu 2019


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI  

Terpopuler