HNW: Rakyat Indonesia Harus Meneladani Para Pahlawan Bangsa

Senin, 20 Agustus 2018 – 23:53 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid pada acara 'Sarasehan dan Launching Program Dakwah Masyarakat' Pesantren Terpadu Daarul Fikri di aula Ponpes Terpadu Daarul Fikri, Cikarang Barat, Bekasi, Senin (20/8). Foto: Humas MPR

jpnn.com, CIKARANG - Indonesia baru saja memperingati HUT RI Ke-73 pada tanggal 17 Agustus 2018. Momen hari itu mengingatkan seluruh bangsa akan perjuangan luar biasa tanpa mementingkan ego golongan ras dan agama seluruh elemen bangsa. Salah satunya adalah peran para ulama dan umat Islam Indonesia dalam meraih satu cita bersama yakni Indonesia merdeka.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengungkapkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah satu momen menegaskan dan mengingatkan kembali bahwa pernah ada para tokoh bangsa dari kalangan Islam, non-Islam sampai kalangan nasionalis yang tidak malu untuk saling mendukung satu sama lain, saling menyemangati untuk menghadirkan satu terobosan luar biasa hanya untuk kepentingan Indonesia.

BACA JUGA: Umat Katolik TNI-Polri Gelar Misa Syukur HUT RI ke-73

“Peran dan kiprah kalangan Islam Indonesia juga luar biasa. Ulama dan umat Islam Indonesia dengan pekikan takbir 'Allahu Akbar' mampu menjadi penyemangat untuk maju menghancurkan penjajah di bumi IIndonesia. Pekikan takbir Islam sejak dulu merupakan seruan penyemangat untuk diraihnya kemerdekaan Indonesia,” kata HNW saat menjadi pembicara dalam acara 'Sarasehan dan Launching Program Dakwah Masyarakat' Pesantren Terpadu Daarul Fikri dengan tema 'Peranan Dakwah Menuju Masyarakat Madani', di aula Ponpes Terpadu Daarul Fikri, Cikarang Barat, Bekasi, Senin (20/8/2018). Dalam acar tersebut, hadir para pengurus, para ustaz dan ustazah serta para santri Ponpes Terpadu Daarul Fikri Cikarang.

BACA JUGA: Bahan Amandemen UUD 1945 soal GBHN Ditarget Tuntas Tahun Ini

Lebih lanjut, HNW mengatakan sangatlah keliru dan sangatlah salah jika di era kekinian pekikan takbir disangkut-pautkan sebagai pekikan aksi terorisme sehingga menimbulkan sikap Islamophobia massal di Indonesia. Padahal sebenarnya, kata HNW, pekikan takbir yang kini didengungkan adalah sebagai pengingat kembali kecintaan umat Islam akan NKRI yang dulu sama-sama diperjuangkan dengan segala daya upaya.

Aksi-aksi Islamophobia seperti itu tidak hanya menyakiti para ulama dan umat Islam tapi juga menyakiti ketulusan dan keikhlasan perjuangan para ulama dan umat Islam dahulu. Sebut saja nama besar Hadratussyaikh KH. Hasyim As'ari dengan fatwa jihadnya melawan penjajah demi Indonesia, Muhammad Natsir dengan mosi integralnya demi Indonesia, Bung Tomo dengan pekikan takbirnya yang terkenal demi Indonesia.

BACA JUGA: MPR: Semua Sama di Depan Hukum

Di sisi lain, HNW mengungkapkan, ada sebagian pihak yang memperkeruh suasana dengan melakukan aksi-aksi Indonesia Phobia antara lain meyakini persepsinya sendiri bahwa Indonesia adalah thogut, Indonesia bid'ah dan lain sebagainya sehingga memancing elemen bangsa lain untuk merespons dengan keras.

“Hal-hal seperti itu (Islamophobia dan Indonesia Phobia) adalah sama-sama akan menghambat perjalanan bangsa ini ke depan. Saya berharap demi masa depan bangsa yang lebih baik, setop Islamophobia dan Indonesia Phobia. Jika ada kalangan Islam yang melakukan dakwah jangan lantas dipersepsikan negatif. Demikian juga kalangan Indonesia Phobia harus menghilangkan persepsi negatif tersebut sebab merdekanya dan lahirnya negara Indonesia ada juga kiprah dan peran para ulama," tandasnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Cara Harita Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-73


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler