Holly Dibekap Obat Bius Lalu Dipukul Besi

Selasa, 03 Desember 2013 – 14:33 WIB

jpnn.com - JAKARTA -- Rekonstruksi yang digelar Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Dit Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (3/12) semakin memperjelas proses pembunuhan berencana terhadap Holly Angela Hayu di kamar 09AT, Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, 30 September 2013 silam.

Hidup Holly berakhir tragis karena dibunuh dengan sadis oleh dua eksekutor komplotan pembunuh,  Rusky Hutagalung dan Elriski Yudhistira.

BACA JUGA: Pembunuh Holly Diimbau Menyerahkan Diri

Komplotan pembunuh itu diduga kuat terdiri dari Ruski, Elriski, Surya Hakim, Abdul Latif dan Pago Satria serta Auditor Senior nonaktif Badan Pemeriksa Keuangan Gatot Supiartono. Gatot diduga polisi berada di balik pembunuhan istri sirinya itu.

Dalam rekonstruksi terkuak bahwa perempuan 31 tahun ini sejak awal sudah diikuti oleh komplotan pembunuh.

BACA JUGA: Rekonstruksi Pertegas Kasus Holly Pembunuhan Berencana

Siang 30 September 2013, itu Holly dijemput Anie, ibu angkatnya untuk pergi ke Cibubur, Jakarta Timur. Ini sudah dipantau Pago. Kemudian, saat kembali dari Cibubur menumpang taksi, Holly yang sendirian masih terus diikuti Pago.

Elriski dan Rusky sudah bersembunyi di balik pintu kamar Holly. Keduanya masuk kamar menggunakan kunci duplikat.

BACA JUGA: Kawal Bos Dugem, Bodyguard Babak Belur

Tersangka Ruski dan Elriski diperankan dua orang anggota polisi. Sebab, Ruski masih buron. Elriski tewas usai menghabisi Holly.

Kemudian, Holly yang tak mengira akan dihabisi langsung masuk ke kamarnya sekitar pukul 21.00. Saat itu diketahui Holly masih bertelepon dengan Ibu Anie, untuk memberi kabar ia sudah sampai di apartemen.

Sontak saja ketika masuk ke kamarnya, sang eksekutor membekap mulut Holly dengan saputangan yang sudah dilumuri obat bius.

Adegan itu terungkap pada poin 39A rekonstruksi. Ini berdasarkan pengakuan Pago, yang usai kejadian kabur bersama Rusky, ke Banten.

Nah, di saat dalam pelarian inilah Rusky menceritakan proses eksekusi Holly kepada Pago yang kemudian berhasil dibekuk polisi Jumat (8/11) sekitar pukul 6.00 di Kampung Cikeset, Pandeglang, Banten.

Berikutnya, ketika dibekap Holly masih sempat berbicara di telepon seluler dengan Anie. Bahkan, Holly berteriak minta tolong.

Mendengar suara histeris dari telepon, Anie pun langsung meminta bantuan kepada teman Holly maupun pihak apartemen.

Rusky dan Elriski terus beraksi. Saat Rusky membekap, Elriski memukul kepala Holly dengan besi berukuran 50 centimeter.

Holly pun jatuh pingsan. Tak hanya sampai disitu, kaki dan tangan Holly dijerat dengan kabel charger telepon seluler.

Adegan berikutnya, adalah ketika para saksi mendatangi kamar Holly setelah mendapat telepon dari Ibu Anie. Kamar Holly digedor. Namun tak dibuka. Mendengar itu, Rusky dan Elriski mencoba melarikan diri.

Alhasil, Rusky kabur dengan cara merayap melalui balkon ke unit 09AS, tepat di sebelah kamar Holly.  Tidak demikian dengan Elriski. Saat mencoba mengikuti jejak Rusky, Elriski terpeleset dan jatuh ke taman. Elriski tewas.

Rusky sudah mengamankan diri di kamar 09AS. Ia kemudian turun ke balkon lantai 08AS. Dia kemudian masuk ke dalam dengan memecahkan kaca. Esok harinya Rusky mencoba keluar dari kamar 08AS. Ia mendobrak pintu. Setelah berhasil, Rusky kabur dan hingga kini masih buron.

Kepala Unit V Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Dit Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Antonius Agus mengatakan bahwa rekonstruksi ini meyakinkan penyidik bahwa pembunuhan Holly sudah direncanakan.

"Ini meyakinkan penyidik. Itu tujuan rekonstruksi ini," kata Agus kepada wartawan usai rekonstruksi, Selasa (3/12) di Kalibata City.

Dalam rekonstruksi di Kalibata City, sebanyak 40 dari 52 adegan diperagakan. Selebihnya, reka ulang akan dilakukan di tempat lain. Rencananya, akan digelar di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Istri Polisi Kepergok Ngamar dengan Selingkuhan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler