HUT ke-76 Bhayangkara, IPW Minta Polri Bersihkan Budaya Menyimpang

Jumat, 01 Juli 2022 – 19:36 WIB
Polri diminta bersihkan budaya menyimpang. Foto: ilustrasi/Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta Polri membersihkan budaya menyimpang yang mengkhianati kode etik.

Hal itu disampaikan Sugeng bertepatan dengan HUT ke-76 Bhayangkara yang jatuh pada Jumat (1/7).

BACA JUGA: Mabes Polri Bakal Proses Laporan Sahroni Terhadap Adam Deni

"Mulai dari elite Polri pangkat jenderal hingga bawahan yang pangkat terendah tamtama," kata Sugeng dalam keterangannya, Jumat.

Menurut Sugeng, siapa pun pimpinannya, Polri tak boleh kendor untuk menjaga marwah institusi yang memiliki semboyan "Rastra Sewakottama".

BACA JUGA: Tengah Malam, Gustap Termakan Rayuan Wanita, Terjadilah

Menurut dai, arti semboyan Polri itu adalah abdi utama daripada nusa dan bangsa.

Dengan demikian, lanjut dia, Polri bukanlah penguasa, melainkan abdi negara yang mempunyai tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

BACA JUGA: Seusai Menghabisi Seorang Pengusaha, Ica dan Kekasihnya Lakukan Ini, Sontoloyo

"Sehingga, pimpinan tertinggi Polri harus mampu menjalankan organisasinya sesuai dengan tujuan reformasi Polri, menjadikan anggota Polri untuk berbuat baik, berkarya secara profesional dan berprestasi mengawal tupoksinya," ujar dia.

Sugeng juga berharap setiap anggota Polri harus menjadi teladan bagi masyarakat.

Pasalnya, kata dia, perilaku anggota polisi merupakan representasi institusi.

"Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh insan Bhayangkara merupakan pengkhianatan terhadap sumpah dan janji, juga mengkhianati institusi Polri," tutur Sugeng.

Di sisi lain, Sugeng juga menilai kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurut dia, Jenderal Listyo serius membenahi institusi Polri melalui program Polri Presisi untuk melanjutkan estafet reformasi institusi itu.

"Janjinya, membawa Polri ke depan menjadi Polri yang adil, Polri yang jujur, Polri yang siap untuk dikritik dan Polri yang transparan," kata Sugeng.

Oleh karena itu, lanjut dia, perbaikan dan penguatan kinerja Polri terus dilakukan untuk meningkatkan citra Korps Bhayangkara melalui aparatnya yang profesional, proporsional, dan humanis.

"Pelayanan masyarakat dan pengaduan masyarakat menjadi tonggak untuk meningkatkan kinerja Polri," kata Sugeng.

Dia juga mengatakan Jenderal Listyo kerap tak memberi ampun dengan mencopot jabatan anak buahnya bila melakukan pelanggaran.

Dia menyebut dalam kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit banyak anggota Polri dipecat atau terkena Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Selama kepemimpinan satu tahun Jenderal Listyo, setidaknya ada 352 anggota Polri dipecat berasal dari 19 Polda," tutur Sugeng. (cr3/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tengah Malam, Gustap Dapat Pesan WA dari Wanita Minta Diajak, Lalu Menyesal


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler