Ibu Hamil Harus Waspadai Virus MR

Jumat, 24 Agustus 2018 – 08:16 WIB
Ibu hamil alias bumil. Foto: Alamy

jpnn.com, PONOROGO - Pemkab Ponorogo, Jatim, gencar menyosialisasikan mengenai pentingnya imunisasi MR (measles-rubella). Pun memastikan bahwa keberadaan vaksin MR di dalam tubuh tidak membahayakan kesehatan.

Sebaliknya, senyawa zat yang terkandung di dalamnya dapat menurunkan kesakitan dan memberikan kekebalan seseorang terhadap serangan virus campak.

BACA JUGA: Setelah Fatwa MUI, Kemenkes Tanpa Ragu Menggunakan Vaksin MR

‘’Jadi, lebih tinggi manfaatnya daripada jeleknya,’’ kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo dr Yayuk Dwi Wahyuni kemarin (22/8).

Yayuk menilai, pemberian vaksin itu sangat penting saat kondisi sedang darurat penyebaran virus MR. Sebab, dampak serangan virus tersebut tergolong berbahaya. Terutama bagi ibu-ibu hamil. ‘’Tanpa vaksin itu, anak yang dilahirkan berpotensi mengalami kecacatan,’’ ujarnya.

BACA JUGA: Menkes: Kerugian Akibat Rubella di Indonesia Capai Rp 5,7 T

Yayuk menyebut, tahun lalu RSUD dr Harjono sempat menangani pasien ibu hamil. Belakangan bayi yang dilahirkan diketahui mengalami bocor jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut bayi itu ternyata terserang congenital rubella syndrome (CRS). ‘’Penyebabnya, saat hamil, ibu bayi itu terpapar virus rubela dan tidak memiliki antibodi,’’ jelasnya.

Sementara, berdasar data Dinkes Ponorogo, tercatat pada 2017 lalu terdapat 346 suspect MR. Namun, setelah dilakukan uji laboratorium, yang positif sebanyak 58 orang.

BACA JUGA: Imunisasi MR Sangat Penting, Ini Penjelasan Lengkap

Perinciannya, enam terjangkit virus campak dan 52 terkena virus rubela. Sedangkan tahun ini terdapat 52 kasus suspect MR. Hanya, dinkes belum dapat memastikan berapa penderita yang positif.

Yayuk menuturkan, pemberian vaksin terbukti mampu menurunkan jumlah kasus MR di Jatim secara signifikan. Yakni, dari sekitar 4 ribu menjadi hanya 194 pada 2018. Ponorogo sudah melaksanakan vaksinasi MR pada 2017 lalu dengan progres 97,3 persen.

Sedangkan cakupan imunisasi 186.709 anak mulai usia sembilan bulan hingga 15 tahun. ‘’Tingginya persentase itu menunjukkan bahwa masyarakat Ponorogo semakin sadar akan pentingnya kesehatan,’’ sebutnya.

Yayuk menambahkan, saat program itu berjalan pada tahun lalu pihaknya getol menjelaskan pentingnya pemberian vaksin MR bagi anak. Pun pemberian vaksin itu memiliki payung hukum Permenkes 12/2017.

‘’Kalau tidak lengkap dalam pemberian imunisasi, justru kasihan anaknya nanti,’’ pungkasnya. (her/c1/isd)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bamsoet Pengin Sosialisasi Fatwa MUI soal Vaksin MR Digeber


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler