Ibu Histeris Temukan Putranya dengan Leher Nyaris Putus

Rabu, 15 Maret 2017 – 12:11 WIB
Ilustrasi. Foto: dok.JPNN

jpnn.com, TAPSEL - Jeritan histeris Bulan L, 62, menghebohkan warga Desa Sayur Matua, Kecamatan Barumun, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Selasa (14/3) pagi sekira pukul 07.00 WIB.

Pasalnya, Bulan tak menyangka bahwa mayat yang ditemukannya adakah putranya Hamdani Lubis, 43, yang tewas dengan kondisi mengenaskan di tengah jalan Huta Lamo.

BACA JUGA: Teriak Takbir dan Syahadat, Mati Dalam Posisi Sujud

Di sekujur tubuhnya terdapat luka bacokan. Bahkan terbilang mengerikan karena mayat yang hanya mengenakan kain sarung itu ditemukan dengan leher nyaris putus.

Sekretaris Desa Sayur Matua Paniopan Lubis menceritakan, mayat pertama sekali ditemukan Bulan dan adiknya Nuryadani L, 21.

BACA JUGA: Honorer Dibunuh Supersadis, Kepala Dipenggal, Ditanam

Keduanya memang setiap pagi berangkat ke kebun jagung milik keluarga.

Dan, keseharian korban diketahui menjaga kebun jagung dari serangan kera setiap malam. Begitu pagi, bergantian dengan ibunya. Saat itu ibu korban dan adiknya yang hendak menggantikannya di kebun melihat sosok mayat tergeletak di tengah jalan.

BACA JUGA: Sering Diancam Dibunuh, Ayah Habisi Anak Sendiri

Belum melihat jelas siapa sosok mayat yang tergeletak itu. Bulan langsung berlari ke kampung yang hanya berjarak berkisar 500 meter sambil teriak. Teriakan di pagi yang cerah itu, langsung mengejutkan warga.

Lalu, warga berduyun-duyun memastikan mayat tersebut. Begitu dilihat, seluruh warga mengenal sosok mayat itu.

Sekdes yang menginstruksikan untuk tidak menyentuh mayat, kemudian dia langsung bergerak ke Mapolsek Barumun guna melaporkan peristiwa ini.

Tak berapa lama, personel polsek dan ambulans RSUD Sibuhuan bergerak ke lokasi TKP. Selanjutnya mayat dibawa ke RSUD.

Belum diketahui motif kejadian ini. Sepengetahuan warga, tak ada yang aneh pada korban atau keluarganya. Sampai-sampai peristiwa ini terjadi.

“Kita tidak begitu tahu kalaupun ada cekcok rumah tangganya,” tukas Paniopan Lubis seperti diberitakan Metro Siantar (Jawa Pos Group) hari ini.

Sejauh ini pihak Polsek Barumun masih mendalami kasus ini. Dari beberapa saksi yang dimintai keterangan menyebutkan korban ditemukan di tengah jalan berjarak sekira 500 meter dari gubuk tempat korban dan istrinya menginap setiap malam di kebun.

Di lokasi TKP juga ditemukan sebilah parang, yang diduga kuat dipakai menghabisi korban. Bahkan di gubuk kebun, lokasi TKP 2 juga ditemukan bercak darah yang bercecer hingga ke TKP penemuan sosok.

Diduga korban dihabisi di gubuk, lalu digotong ke tengah jalan umum kebun itu.

Anehnya, istri korban Nursina Nasution didapati berada di rumah dalam keadaan shock. Biasanya korban dan istri bersama-sama menginap di gubuk untuk menjaga kebun.

Bahkan, di jari tangan kiri dan betis kiri istri korban terdapat luka.

Kini Nursina dirawat di ruang ICU RSUD Sibuhuan dan belum sadarkan diri. Istri korban sebagai saksi kunci hingga kini dalam penjagaan petugas si rumah sakit itu.

“Kita tunggu dulu istrinya sadarkan diri, karena saksi kuncinya adalah istrinya. Dan, istrinya pun ada luka juga, yang jelas masih kita dalami,” kata Kanit Reskrim Polsek Barumun Iptu Haposan Harahap.

Di RSUD Sibuhuan, dr Selvi Nasution yang mengidentifikasi mayat itu menyatakan terdapat luka sayatan pada korban.

Selain leher, ada juga luka bacok di kepala, rusuk kiri, tangan, punggung, dahi. Usai diperiksa, keluarga korban meminta agar mayat di bawa ke kampung Desa Sayur Matua untuk selanjutnya dimakamkan. (tan/mt)

BACA ARTIKEL LAINNYA... OMG, Teganya Ibu Ini Ceburkan Bayi Kembarnya ke Sumur


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler