Ibunda Pahlawan Reformasi Meninggal Dunia, IKAUSAKTI Berduka

Senin, 26 Februari 2018 – 16:53 WIB
Rektor Universitas Trisakti berserta mahasiswa dan alumni di pemakaman Hera Tetty Yoga, ibunda Elang Mulia Lesmana. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hera Tetty Yoga, ibunda Pahlawan Reformasi 1998 Elang Mulia Lesmana, meninggal dunia di RS Dharmais, Jakarta, Minggu (25/2).

Selama ini, Hera Tetty tak mengenal lelah memperjuangkan keadilan bagi anaknya, Elang Mulia Lesmana, mahasiswa Universitas Trisakti yang tertembak dalam Tragedi 12 Mei 1998.

BACA JUGA: Menang Tipis, UI Posisi 3 Klasemen Akhir LIMA Football 2017

Namun, penyakit kanker yang diidapnya sejak lama membuat Bunda Tetty pergi untuk selamanya.

Kepergian Bunda Tetty tidak hanya membawa duka yang mendalam bagi pihak keluarga, namun juga membawa kepedihan bagi Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKAUSAKTI).

BACA JUGA: Universitas Trisakti Segera Berstatus Negeri

Dalam keterangan tertulisnya, Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKAUSAKTI) menyatakan sangat berduka dan mengucapkan bela sungkawa se-dalam-dalamnya.

“Lembaga alumni itu berdoa semoga semua amal ibadah dan perjuangan Bunda Tetty diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan hikmah dan kesabaran,” ujar Sekjen IKAUSAKTI Iwan Kurniawan.

BACA JUGA: Ika Usakti Perkuat Networking Antaralumni

IKAUSAKTI melihat dan mengakui, sampai akhir hayatnya Bunda Tety terus berjuang untuk menuntaskan dan menagih ke pemerintah untuk kejelasan kasus 12 Mei 1998 yang merenggut nyawa putranya, Elang Mulia Lesmana.

“Apa yang dilakukan oleh Bunda Tetty, akan terus dilanjutkan dan diperjuangkan IKAUSAKTI. Seluruh aktivis Alumni Universitas Trisakti masih dan akan terus menagih hutang penyelesaian atau penuntasan kasus ini kepada Pemerintah sampai benar-benar tuntas,” lanjut Iwan.

Bangsa Indonesia, lanjutnya, harus mengenang, menghargai, dan menghormati peran para mahasiswa di tahun 1998.

Di antara mereka seperti Elang Mulia Lesmana telah menjadi martir bagi perubahan yang sangat besar dalam sejarah bangsa.

Martir peristiwa 1998 telah membawa bangsa ini berada dalam alam demokrasi yang penuh kebebasan yang sebelumnya langka bisa dinikmati.

Peran mahasiswa dan para martir membuat masyarakat sudah menanggap Elang Mulia Lesmana dan yang lain adalah pahlawan reformasi Indonesia. Damailah di sisi-Nya Bunda Tety, salam kami untuk Elang, kami akan lanjutkan perjuangan!"

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah berjanji akan menuntaskan kasus ini.

Namun, sampai dengan tiga tahun masa pemerintahannya, kasus Tragedi 12 Mei 1998 Trisakti belum juga menemukan titik terang.(sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Munas IKAUSAKTI Bahas Proses Trisakti jadi Kampus Negeri


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler