JAKARTA - Ketua Monitoring Pelayanan Publik Indonesian Corruption Watch (ICW), Febry Hendri, mengungkapkan adanya penyelewengan dalam penyelenggaraan penerimaan siswa baru (PSB) Online pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di JakartaHal itu terkait adanya siswa yang tidak lulus dalam seleksi namun justru bisa diterima di sekolah yang dituju
BACA JUGA: IPB Belum Mau Beralih jadi BLU
“Kami menemukan adanya calon murid yang tidak lulus seleksi, namun kenyatannya tetap lulus di sekolah yang dituju,” ungkap Febry di Jakarta, Senin (20/6).
Murid yang dimaksud tersebut berinisial AAN dengan nomor pendaftaran 1103000800379
BACA JUGA: Dicari, 20 Peneliti Perempuan
“Namun berdasarkan infromasi yang diperoleh, calon murid tersebut telah diterima di SMA Negeri 8 Jakarta,” terang Febry.Selain itu, lanjut Febry, pihaknya juga menemukan adanya nama murid ganda dalam daftar murid yang lolos dari hasil dua seleksi
BACA JUGA: Nilai UN Harus Perhitungkan Rata-rata Daerah
Setelah disisir, nomor pertama atas nama Novia Aradianty Adelina mendaftar pada 28 April 2011Sedangkan nomor kedua mendaftar pada tanggal 26 April 2011Meski memiliki dua nomor ganda, calon murid justru lulus tes komputer, wawancara psikotest dan TOEFL prediction
“Hal yang aneh karena satu orang bisa melakukan tes secara bersamaanSelain itu dua nama ganda ini ternyata sudah melaporkan diri ke SMAN 8 Jakarta,” imbuhnya.
Terkait kejanggalan ini, ICW pun menyatakan bahwa PSB Online ternyata masih memiliki permasalahanBahkan, lanjut Febry, dugaan bahwa PSB Online bisa dimanipulasi semakin kuat terlebih dengan adanya kasus ini.
Terpisah, Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemdiknas Baedhowi mengaku belum mengetahui terkait temuan ICW ituNamun jika temuan ICW itu benar terbukti, maka Baedhowi akan segera menindaklanjuti
“Jika memang benar, kami akan menindaklanjuti, tentunya dengan mengklarifikasi secara mendalam, khususnya dengan kepala sekolah yang bersangkutan,” kata Baedhowi ketika dihubungi melalui telepon selularnya.
Meski begitu, Baedhowi tidak memungkiri jika dalam proses penerimaan siswa baru secara online masih bisa terjadi kesalahan teknisNamun, sebagai salah satu sekolah unggulan di Jakarta, kata Baedhowi menegaskan, SMA 8 memang wajib untuk menerima siswa berdasarkan hasil seleksi terbaik
Tidak hanya itu, pengelola sekolah juga harus berlaku ramah sosial dengan menerima siswa dari kalangan tidak mampu namun berprestasi yang dilakukan secara transparan.(cha/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pecat Guru yang Terlibat Contek Massal!
Redaktur : Tim Redaksi