Ikatan Alumni Lemhanas 49 Dukung Ide Jokowi soal Tol Laut

Selasa, 19 Agustus 2014 – 15:57 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Sebagai negara kepulauan, sarana transportasi laut Indonesia harus solid dan massif. Demikian juga, infrastruktur pelabuhan sangat dibutuhkan.

Karena itulah, gagasan tol laut yang disampaikan Jokowi mendapat dukungan dari Ikatan Alumni Lemhannas XLIX (IKAL 49). Dukungan Lemhanas terhadap gagasan tol laut ini disampaikan dalam Forum Discussion Group dengan tema "Akselerasi Pembangunan dan Perwujudan Tol Laut Dalam Rangka Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (Selasa, 19/8).

BACA JUGA: DPK dan DPKtb Bermasalah? Ini Alasannya

Hadir dalam FGD tersebut  Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono,  Tenaga Profesional Bidang HI dan Diplomasi Negara Lemhannas Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan, Deputi Kepala BPPT Ridwan Djamaluddin, Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK Akbar Faisal dan Pakar Maritim Indonesia Prof. Dr. Hasyim Djalal.

Menurut Bambang, ide Jokowi ini sejalan dengan roadmap yang telah dirancang oleh Kementerian Perhubungan yang dinamakan Pendulum Nusantara. Menurutnya, ini akan terus dikembangkan pemerataan potensi antara Barat dan Timur.

BACA JUGA: Massa Pro Prabowo-Hatta Kencingi Logo CSIS

Bambang menegaskan, untuk membangun semua potensi tentu harus mengembangkan prinsip antar moda dan ini butuh koordinasi antar moda.

Saat ini yang dikembangkan adalah laut plus-plus. "Semua kita perkuat, kereta, darat dan semuanya. Jadi kita membangunnya harus secara totalitas dan komperhensif yang terintegrasi antar moda," kata Bambang.

BACA JUGA: Pemda Boleh Impor Pegawai dari Daerah Lain

Sat ini yang ditekankan lanjutnya, adalah satu konektivitas yang lebih kuat lagi untuk pengembangan semua sektor dari sisi ekonomi, sosial, budaya. "Dilihat dari kebutuhan semuanya, kita membutuhkan kapastitas yang lebih besar di laut," ujarnya, seperti dilansir Rakyat Merdeka Online (Grup JPNN).

Sementara Ketua IKAL 49, Boedhi Setiadjid, mengatakan Tol Laut bertujuan untuk mengembangkan ekonomi maritim, yaitu menjadikan laut sebagai basis konektivitas produksi dan pemasaran antar daerah di Indonesia dan regional, sehingga dapat menekan disparitas harga yang terjadi dengan menekan biaya transportasi dan logistik yang saat ini tinggi.

"Untuk membangun moda transportasi dengan konsep Tol Laut, pemerintah harus melibatkan pendanaan swasta dengan skema kemudahan perijinan  dan insentif, dalam menyediakan armada kapal, pelabuhan," ujarnya. (sop/ysa)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Merasa Punya Mandat Rakyat, Nusron Lawan Upaya PAW


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler