Imbas Pelemahan Rupiah Hingga Industri Komponen Aftermarket

Rabu, 12 September 2018 – 17:36 WIB
Ilustrasi lampu kendaraan aftermarket. (Foto: NMAA/JPNN)

jpnn.com, JAKARTA - Tak hanya sebagian produsen mobil saja yang terkena imbas, sektor pendukung otomotif atau komponen aftermarket seperti CV Sampurna Part Niaga salah satu importir lampu aftermarket Autovision di Indonesia juga mengalami dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurut Marketing CV Sampurna Part Niaga Autovision Limarga Toto mengatakan, per 1 Agustus 2018 lalu pihaknya sudah menaikkan harga jual produk lampu kendaraan di Indonesia.

BACA JUGA: Bank Indonesia: Rupiah Rp 15 Ribu Beda dengan Krisis 1998

"Dengan pelemahan rupiah saat ini, kami sudah menaikkan harga jual produk kami di pasaran. Kenaikannya sekitar 5 sampai 10 persen untuk semua jenis lampu mobil ataupun motor," beber Toto di acara persiapan Indonesia Modification Expo kepada JPNN.com di Jakarta Selatan, Rabu (12/9).

Kenaikan harga tersebut, tambah Tito, tentunya berimbas pada penurunan penjualan lampu kendaraan Autovision. Walaupun tidak terlalu signifikan, namun imbasnya terlalu banyak baginya.

BACA JUGA: Harga Kebutuhan Pokok Terjaga, Isu Rupiah Jadi Tak Berguna

"Sebenarnya kita juga dengan berat hati menaikkan harga jual. Tapi mau bagaimana lagi, mau tidak mau memang harus naik," keluh Tito.

Lebih lanjut Tito mengatakan, pihaknya akan mengatur strategi untuk dapat meningkatkan kembali produknya. "Kami akan mensosialisasikan produk kami kepada teman-teman dekat hingga konsumen. Mungkin akan ada paket-paket khusus untuk bisa menggaet kembali minat konsumen," pungkasnya. (mg9/jpnn)

BACA JUGA: Rupiah Lemah, Usaha Sablon Mulai Gelisah

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cegah Krisis, Elite Politik Harus Bersatu


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler