Imbauan Din Syamsuddin terkait Khilafah dan Pancasila

Sabtu, 30 Maret 2019 – 10:58 WIB
Din Syamsudin. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengimbau dua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden menghindari isu keagamaan seperti penyebutan khilafah.

Menurut Din, hal tersebut merupakan bentuk politisasi agama yang cenderung menjelekkan.

BACA JUGA: Serba-serbi Duel Jokowi Vs Prabowo Malam Nanti

Din menjelaskan, walaupun di Indonesia khilafah sebagai lembaga politik tidak diterima luas, tetapi khilafah yang disebut dalam alquran adalah ajaran Islam. Manusia mengemban misi menjadi wakil Tuhan di bumi (khalifatullah fil ardh).

(Baca Juga: Penjelasan Sandiaga Uno soal Isu Negara Khilafah)

BACA JUGA: Diduga Langgar UU Pemilu, Kubu Prabowo Terancam 1 Tahun Kurungan dan Denda Rp12 Juta

Mempertentangkan khilafah dengan Pancasila adalah identik dengan mempertentangkan negara Islam dengan negara Pancasila, yang sesungguhnya sudah lama selesai dengan penegasan negara Pancasila sebagai darul ahdi was syahadah (negara kesepakatan dan kesaksian).

"Upaya mempertentangkannya merupakan upaya membuka luka lama dan bisa menyinggung perasaan umat Islam," sebut Din.

BACA JUGA: Seknas Prabowo - Sandi Siapkan Pengacara di Setiap Kelurahan

"Saya mengimbau masyarakat jangan terpengaruh apalagi terprovokasi dengan pikiran-pikiran yang tidak relevan dan kondusif bagi penciptaan pemilu dan pilpres damai, berkualitas, berkeadilan dan berkeadaban," pungkas Din. (rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Safari 11 Jam Kiai Maruf di Palembang demi Genjot Semangat Juang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler