INACA: Mewakili Maskapai dan Stakeholder, Saya Sangat Mengapresiasi Pertamina

Sabtu, 16 Mei 2020 – 21:52 WIB
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja. Foto dok INACA

jpnn.com, JAKARTA - Keputusan Pertamina untuk tetap menyalurkan avtur meski permintaan terus merosot, disambut baik Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon B. Prawiraatmadja.

Pasalnya, ketersediaan avtur membuat operasional maskapai penerbangan tetap berjalan, termasuk ketika harus membawa tenaga medis dan juga peralatan kesehatan ke berbagai pelosok untuk menangani COVID-19.

BACA JUGA: Langkah Pertamina ini Dinilai Ampuh Tekan Angka Pengangguran

“Lancar sekali pasokan Avtur. Tidak hanya di bandara-bandara besar, tetapi juga sampai ke Indonesia bagian timur. Ini memperlancar penerbangan, termasuk di antaranya pengiriman tenaga medis dan alat medis untuk mengatasi COVID-19,” kata Denon, Sabtu (16/5).

Terkait pengiriman tenaga medis dan alat medis, menurut Denon, sesuai dengan SE Dirjen Perhubungan Udara Nomor 32 Tahun 2020 tentang Petunjuk Operasional Transportasi Udara untuk Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus.

BACA JUGA: YLKI: Cashback Pertamina Melatih Sektor Finansial Masyarakat

Selain itu, juga sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).

“Aturan tersebut memberikan kriteria pengecualian penerbangan yang boleh dilakukan. Satu di antaranya adalah pengiriman tenaga medis dan alat medis,” tutur Denon.

BACA JUGA: Melanie Subono: Kirain Pemerintah Doang Buruk, Ternyata..

Sayangnya, peran besar Pertamina tersebut banyak luput dari pemberitaan. Padahal, tanpa peran Pertamina dalam menyiapkan avtur di seluruh bandara, operasional penerbangan yang sifatnya fluktuatif seperti sekarang tidak bisa berlangsung.

"Karena itulah, saya mewakili maskapai dan stakeholder, sangat mengapresiasi Pertamina sebagai penyelenggara avtur,” terangnya.

Tidak hanya lancar dalam penyediaan pasokan di seluruh bandara di Indonesia, Pertamina juga banyak memberikan fleksibilitas kepada maskapai.

Selain memberikan sistem tunda bayar, lanjutnya, Pertamina juga masih memberikan diskon 10 persen, yang sebenarnya diberlakukan untuk stimulus tujuan wisata.

“Nyatanya meski memasuki masa pandemi, diskon untuk semua tujuan tersebut sampai sekarang masih diberikan. Makanya, kami berterima kasih sekali,” ucapnya.

Upaya Pertamina, menurut Denon, memang layak disambut positif. Pasalnya, hal itu dilakukan ketika frekuensi penerbangan jauh menurun. 

Dalam kondisi demikian, tentu saja beban Pertamina semakin berat karena biaya operasional avtur pasti membengkak.

“Dalam posisi demand menurun seperti sekarang, Pertamina pasti potensial merugi. Apalagi penyediaan dilakukan di semua bandara, bukan hanya Angkasa Pura-1 dan Angkasa Pura-2, tetapi juga bandara yang dikelola Kemenhub di berbagai pelosok tanah air,” tandas dia.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler