Indonesia is the Sleeping Giant

Minggu, 03 Juli 2016 – 14:03 WIB
Pengurus PB PGI. FOTO : PGI for JPNN

jpnn.com - PB PGI (Persatuan Golf Indonesia) sebagai induk olahraga golf mencanangkan tahun ini sebagai bagian dari kebangkitan dunia golf tanah air. Berbagai upaya akan dilakukan oleh organisasi yang diketuai Murdaya Widyawimarta Po tersebut.

Di antaranya dengan menjalankan program pembinaan dan kegiatan ke daerah-daerah. Selama April sampai Mei lalu misalnya, PGI melakukan National Development Program ke Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Papua.

BACA JUGA: Berkat Inspirasi, Si Cantik Sukses Jadi Atlet Biliar Profesional

“Kami sudah menginformasikan kegiatan ini kepada seluruh provinsi,sedangkan jadwal kunjungan disesuaikan dengan permintaan dari masing-masing daerah. Kami harap semua daerah dapat pro aktif menanggapi program ini karena Pengprov hanya perlu menyediakan lokasi pelatihan saja. Biaya pelatih ditanggung oleh PB PGI,” kata Christine Wiradinata, Sekjen PB PGI.

Dalam setiap kunjungan tersebut, Dading Soetarso (Ketua Bidang Pembinaan Pemula) didampingi oleh Peter Bailey, salah satu pelatih asing dari Inggris yang direkrut oleh Murdaya.

BACA JUGA: Langsung Serang Mutiara Hitam Sejak Menit Awal

Selain itu, PB PGI saat ini juga memberikan fasilitas kepada setiap pengprov untuk mengirimkan dua atlet dan seorang pelatih untuk mendapatkan pelatihan dari pelatih bertaraf internasional di Jakarta selama satu minggu.

Murdaya juga merekrut David Milne dan Lawrie Montague dari Australia. Kedua pelatih ini memiliki banyak pengalaman menangani atlet-atlet berprestasi, termasuk menangani tim nasional Indonesia sebelumnya. Kedua pelatih itu fokus mempersiapkan tim nasional untuk menghadapi berbagai kompetisi internasional.

BACA JUGA: Sriwijaya FC Target Menang agar Tenang saat Berlebaran

Salah satu yang tengah menjadi fokus saat ini adalah persiapan PON (Pekan Olahraga Nasional) yang akan diselenggarakan September mendatang. Pada gelaran rutin tersebut Murdaya menekankan pentingnya fairplay. DIrinya bahkan menyebut tak segan-segan memberikan sanksi keras kepada siapapun yang bermain curang.

“Semua aturan sudah jelas, fairplay harga mati! Kita harus menjadi orang yang bisa dibanggakan. Tiap atlet dan juga pengprov pasti ingin menang. Tapi jangan lupa bahwa golf adalah gentleman sport. Jadi jangan main-main dengan fairplay,” tegas Murdaya Po.

Murdaya optimis, dengan penanganan serta strategi yang tepat, golf Indonesia akan dapat berbicara di pentas internasional. Tak berlebihan jika pada 2015 lalu, Dominic Wall selaku R&A Asia Pacific Director memberikan komentar mengejutkan saat mengunjungi Indonesia. “Indonesia is the “sleeping giant” of golf in the Asian region,” ujarnya.

Beberapa prestasi sudah dicatatkan golfer muda Indonesia tahun lalu. Walaupun dengan persiapan yang singkat, mereka berhasil merebut dua medali perak dan satu medali perunggu di SEA Games. Tim Indonesia menempati peringkat ketiga, di bawah Thailand dan Singapura.

Pada ajang ASEAN School Games yang digelar di Brunei Darussalam, tim Indonesia mencetak hasil yang mengejutkan, yaitu pertama kali menjadi juara umum dengan perolehan dua medali emas dan satu perak. Golf memberikan kontribusi besar, mengantarkan tim Indonesia menjadi juara umum dalam ajang tersebut. Prestasi itu menjadi modal yang besar bagi para atlet Indonesia untuk lebih berprestasi di kompetisi-kompetisi tahun 2016 dan yang akan datang. (jpnn/pda)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sip! Awal Agustus KONI Daerah Ini Mulai Laksanakan Pelatprov


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler