Indonesia Tak Berniat Ajukan Utang ke IMF

Kamis, 03 Februari 2011 – 12:42 WIB

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kehadiran Managing Director IMF (International Monetary Fund) Dominique Strauss-Kahn dan delegasinya di Kantor Presiden, Rabu (2/2)Namun pemerintah tidak bermaksud untuk mengajukan utang lagi kepada IMF.

”Indonesia masih anggota IMF, tapi Indonesia tidak berniat untuk berutang,” tegas Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai mendamping presiden menerima IMF

BACA JUGA: Bea Masuk Dicabut, Terigu Tetap Naik

Menurut dia, presiden hanya melakukan diskusi dengan Dominique Strauss-Kahn terkait dengan situasi dan regional, serta perkembangan ekonomi.

”Presiden baru saja bertukar pandangan
Beberapa hal dan tantangan yang dihadapi ke depan seperti crisis food,” lanjut mantan Mensesneg itu.

Di tempat yang sama, Dominique Strauss-Kahn juga mengatakan Indonesia tidak mengajukan utang kepada IMF

BACA JUGA: Iklan Tembus Rp 60 Triliun

Namun menurut dia, tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana masa depan
”Kita tidak tahu bagaimana di masa depan, anda tak pernah tahu

BACA JUGA: 7 Juta Wisman Sumbang Devisa USD 7,6 M

Dan pinjaman itu bisa saja sangat dibutuhkan,” kata Dominique.

Dia juga melihat perkembangan ekonomi di Indonesia berjalan baikMeskipun masih terdapat beberapa masalah, misalnya kenaikan harga pangan dan energi.

”Tapi secara umum, perekonomian di Indonesia baik,” ujar Dominique.

Di era globalisasi saat ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tergantung pada kondisi dalam negeri”Kebijakan yang dilaksanakan otoritas Indonesia juga tergantung pada apa yang terjadi di seluruh dunia,” katanya.

Saat memberikan pengantar dalam sidang kabinet paripurna, kemarin, SBY menuturkan, kunjungan tersebut merupakan kali kedua setelah Indonesia melunasi utang ke IMF empat tahun lalu”Justru kedatangannya tadi ingin dapat pandangan dan masukan-masukan, serta mengajak kerjasama kita pada tingkat global,” papar SBY.

Presiden mengaku kondisi Indonesia saat ini lebih dari pada saat terjadi krisis dahulu.”Jadi alhamdulillah, posisi kita tidak seperti posisi belasan tahun laluPosisi kita lebih dalam posisi terhormat,” kata SBY”Sekarang posisi kita lebih pada pandangan-pandangan dan koreksi atau rekomendasi kepada siapapun termasuk pada IMF,” sambungnya.(sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ekspor Indonesia Diuntungkan Keringanan Bea Masuk


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler