Industri Alas Kaki Diprediksi Anjlok 50 Persen

Senin, 21 Mei 2018 – 07:39 WIB
Ilustrasi alas kaki. Foto: Nurchamim/Radar Semarang/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Ramadan dan Lebaran diprediksi tidak akan mampu menggenjot penjualan sepatu dan alas kaki di Jawa Timur.

Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur Winyoto Gunawan mengatakan, jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, sebulan sebelum Ramadan biasanya ada peningkatan penjualan sampai dua hingga tiga kali lipat.

BACA JUGA: Indonesia Posisi 4 Produsen Alas Kaki di Dunia

”Tahun ini tidak ada perubahan sama sekali layaknya tidak ada Ramadan dan Idulfitri,” tutur Winyoto, Minggu (20/5).

Teror bom di Surabaya juga amat berpengaruh. Banyak konsumen yang menahan pembelian karena takut berkunjung ke toko.

BACA JUGA: Produk Tiongkok Merajalela, Industri Alas Kaki Tak Berdaya

”Jadi, tahun ini memang akan stagnan sekali, bahkan cenderung turun,” kata Winyoto.

Pihaknya memprediksi sampai akhir tahun 2018 industri alas kaki di Jatim akan menurun 30–50 persen.

BACA JUGA: Gempuran Produk Tiongkok Bikin Industri Alas Kaki Rontok

Winyoto menambahkan, perlambatan industri sepatu sudah terlihat sejak 2016 sampai sekarang.

”Banyak kebijakan yang berubah, terutama sektor perpajakan,” tutur Winyoto.

Selain penurunan di pasar domestik, pasar ekspor pun terlihat anjlok.

Berdasar data Aprisindo, pasar ekspor sepatu Jatim turun 10–20 persen.

Melihat kondisi kinerja tersebut, industri pesimistis terhadap kinerja pada semester kedua tahun ini.

”Kami belum yakin alas kaki bisa tumbuh positif,” kata Winyoto.

Menurut Winyoto, pabrikan alas kaki di Jawa Timur yang berorientasi ekspor tahun ini terancam kalah bersaing dengan pasar luar negeri, terutama di kawasan Eropa.

“Sebab, di Eropa Timur sekarang sudah mulai banyak yang membangun lahan industri sepatu di sana sehingga Eropa barat lebih cenderung beli di Eropa Timur,” ungkap Winyoto. (car/c10/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Posisi Ke-5 Eksportir Alas Kaki


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler