Industri Manufaktur Sedang dan Besar Masih Bertaji

Rabu, 06 Februari 2019 – 01:52 WIB
Ilustrasi pekerja industri. Foto: Rakyat Kalbar/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono mengatakan, pertumbuhan industri manufaktur sepanjang triwulan keempat 2018 mencapai 0,56 persen dibanding triwulan ketiga pada tahun yang sama.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan industri besar dan sedang mencapai 7,19 persen.

BACA JUGA: 5 Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Paling Moncer

“Sebenarnya ini mengalami pelambatan kalau dilihat pada semester ketiga 2018 yang mampu tumbuh hingga 10,91 persen jika dibandingkan dengan semester kedua,” terang Teguh di Surabaya, Senin (4/2).

Teguh menambahkan, industri furnitur masih menempati urutan tertinggi dengan pertumbuhan 14,27 persen pada triwulan keempat 2018 dibandingkan triwulan ketiga.

BACA JUGA: Belum Sesuai Target, Jumlah Kunjungan Wisman Cukup Baik

Setelah itu diikuti industri barang galian bukan logam sebesar 9,84 persen, industri logam dasar (7,28 persen), dan industri pengolahan tembakau (6,96 persen).

Sementara itu, industri minuman tumbuh 5,98 persen dan industri pakaian jadi naik 5,18 persen.

BACA JUGA: Inflasi Januari 2019 Terendah Sejak 2017

“Untuk sektor industri manufaktur besar dan sedang yang turun adalah industri kayu, barang dari kayu dan gabus sebesar 25,12 persen,” tutur Teguh.

Kondisi yang sama juga terjadi pada industri farmasi. Teguh menuturkan, sektor ini terkoreksi 7,07 persen.

“Industri makanan juga turun 6,36 persen dibandingkan triwulan ketiga tahun lalu,” ujar Teguh. (cin/nur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hilirisasi Seharusnya Lahirkan Industri Penopang yang Kuat


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler