Inflasi Januari 2019 Terendah Sejak 2017

Sabtu, 02 Februari 2019 – 11:30 WIB
BPS. FOTO: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Tingkat inflasi pada Januari 2019 tercatat sebesar 0,32 persen. Angka itu merupakan yang terendah sejak 2017.

Pada Januari 2017, inflasi tercatat sebesar 1,52 persen. Sementara itu, inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,6 persen.  

BACA JUGA: Wakil Rektor IPB Apresiasi Mentan Amran Jaga Inflasi Sektor Pangan

Meski demikian, pemerintah perlu cermat menyikapi fenomena mahalnya tiket pesawat dan rencana penerapan kebijakan bagasi berbayar. Sebab, kenaikan harga tersebut berpotensi memicu inflasi.

Tingginya harga tiket pesawat sudah mengakibatkan inflasi pada sektor transportasi udara. Pada Januari 2019, inflasi tiket pesawat sebesar 0,2 persen.

BACA JUGA: Tantangan Inflasi pada Tahun Politik

Padahal, secara historis, tiket pesawat selalu mengalami deflasi pada Januari setelah Desember tahun sebelumnya mengalami inflasi.

”Jadi, ada yang berbeda dari harga tiket pesawat kalau dibandingkan dengan tren awal tahun yang semestinya harga tiket pesawat turun,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Jumat (1/2).

BACA JUGA: Penduduk Desa Makin Sejahtera dan Inflasi Pangan Rendah

Harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik memang sempat melonjak pada Januari lalu.

Namun, tidak lama kemudian maskapai menurunkan kembali harga tiket.

Akan tetapi, hanya sebagian rute dan sebagian waktu penerbangan yang mengalami penurunan.

Pengaruh tarif angkutan udara terhadap inflasi juga terjadi di Jawa Timur. Inflasi di Jatim pada Januari tercatat sebesar 0,34 persen.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono mengatakan, kenaikan tarif angkutan udara beberapa waktu lalu memengaruhi laju inflasi di Jatim.  Pihaknya mencatat ada kenaikan 10,46 persen.

”Memang terjadi kenaikan tarif angkutan udara, khususnya pesawat LCC (low cost carrier, Red). Yang kami monitor ini khususnya harga tiket, tidak termasuk bagasi. Sebab, tarif bagasi tidak termasuk bagian dari harga tiket,” ujar Teguh.

Komoditas utama lain yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi, antara lain, beras dan ikan mujair.

Harga beras naik lantaran belum memasuki musim panen sehingga harga masih tinggi.

Begitu pula untuk mujair yang permintaannya meningkat karena harga ikan laut cenderung tinggi.

”Inflasi sebesar 0,34 persen ini terbesar dari bahan makanan yang mengalami inflasi 0,91 persen. Kemudian, sandang 0,81 persen serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,23 persen,” kata Teguh. (rin/res/c25/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Defisit BPS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler