Industri Pengolahan Susu Sangat Seksi

Jumat, 05 Mei 2017 – 08:31 WIB
Airlangga Hartarto (pidato). Foto: Kemenperin

jpnn.com, MALANG - Pemerintah bakal menyediakan lahan untuk peternakan milik Greenfields, perusahaan yang telah berhasil memproduksi 24 juta liter susu segar per tahun ini.

Hal itu merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan investasi di sektor agroindustri, termasuk pengolahan susu sapi.

BACA JUGA: KLHK Cermati Berbagai Keluhan Terkait Permen LHK P.17/2017

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan lahan dengan harga yang murah.

”Kami punya lahan seluas 1,9 juta meter persegi tanah. Untuk Greenfields, kami tawarkan tanah di Sumatera dan Kalimantan yang memang memiliki lingkungan yang bagus,” ungkap Airlangga dalam peresmian pabrik baru di Desa Palaan, Malang, Kamis (4/5).

BACA JUGA: So Good..Real Good! Susu Boyolali Tembus Pasar Asia Tenggara

Selain itu, pemerintah akan memberikan bantuan dalam bentuk alat-alat untuk beternak.

Menurut Airlangga, industri pengolahan susu merupakan sektor strategis. Tahun lalu, pertumbuhannya mencapai 8,46 persen.

BACA JUGA: Industri Baja Minta Pemerintah Terapkan Proteksi

Sedangkan pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhannya masih bertahan di atas tujuh persen.

Di sisi lain, kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 37 persen.

Nilai ekspor industri pangan mencapai USD 26,39 juta.

Kondisi tersebut juga didukung nilai penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 32 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 2,1 miliar.

”Di Indonesia, tingkat konsumsi susu per kapita hanya 12 kg. Industri ini sangat potensial,” katanya.

Kebutuhan susu di Indonesia mencapai 3,7 juta ton pada 2016.

Sedangkan pasokan yang tersedia hanya 852 ton atau 23 persen. Untuk kebutuhan sisanya, Indonesia masih harus mengimpor susu.

”Indonesia mengimpor susu 2,8 juta ton tahun lalu dari Australia, Selandia Baru, dan Uni Eropa,” ungkap Airlangga.

Untuk itulah, Airlangga ingin Greenfields bisa terus meningkatkan kapasitas produksi agar serapan produk susu untuk pasar domestik bisa meningkat hingga 41 persen pada 2021.

”Kami ingin Malang dan Blitar bisa menjadi penghasil susu utama di Indonesia. Dengan demikian, pendapatan peternak lokal bisa di atas standar upah minimum,” tuturnya. (pus/c11/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rieke Sarankan Jokowi Fokus di Sektor Industri


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler