Ingat! Perahu Tambang Harus Sediakan Rompi

Selasa, 25 April 2017 – 23:33 WIB
Warga mengunakan perahu saat keluar rumah. Foto: Radar Sarko for Jambiindependent.com

jpnn.com, SURABAYA - Perum Jasa Tirta (PJT) langsung melakukan evaluasi setelah terjadi insiden di Kalimas, Surabaya.

Mereka bakal mengadakan sosialisasi kepada para operator perahu tambang untuk mengecek kekuatan arus sungai.

BACA JUGA: 5 Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Jadi Mayat

Deputi Operasi Perum Jasa Tirta (PJT) I Muhammad Taufiqurahman menyatakan, kekuatan arus sungai yang mengalir hingga Tanjung Perak bergantung pada Pintu Air Mlirip di Mojokerto.

"Kan waktu kejadian arus ke Surabaya sedang deras," ujarnya.

BACA JUGA: Tiga Terdakwa Pembawa 101 TKI Terancam 10 Tahun Penjara

Taufiq telah mengikuti rapat dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa PJT harus berkomunikasi dengan para operator tambangan.

BACA JUGA: Bu Susi: Perairan Ambon Harus Punya Lambang Kedaulatan

"Nanti kami beri telepon PJT," ujarnya.

Selain itu, ada larangan pengoperasian tambangan. Saat aliran air mencapai 100 meter kubik per detik, seluruh aktivitas tambangan wajib berhenti.

Sebab, dengan kekuatan aliran seperti itu, perahu tambang yang hanya bergantung pada seutas tali bisa terseret.

Saat ini terdapat lebih dari 70 perahu tambang di Kalimas.

Untuk sementara, perahu-perahu tersebut masih diperbolehkan beroperasi meski ada sejumlah persyaratan.

Persyaratan lain untuk operator perahu tambang ialah menyediakan rompi keselamatan.

Sebab, masih banyak orang yang tidak bisa berenang.

Kabid Sarpras Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Herlambang Sucahyo menerangkan, pemkot berencana membangun dua jembatan.

Jembatan tersebut terletak di Jalan Ratna Ngagel dan Jambangan. " Mulai perencanaan," katanya.

Jalan Ratna bakal terhubung dengan Jalan Bengawan. Jembatan itu sangat diperlukan untuk memecah kepadatan lalu lintas di Jembatan Bung Tomo.

Sejumlah warga di daerah Ngagel masih menggantungkan perahu tambang untuk sampai ke seberang.

Adapun jembatan di Jalan Jambangan akan terhubung dengan Jalan Mastrip.

Saat ini jalur penghubung ke dua sisi tepi sungai tersebut terhubung dengan jembatan yang cukup jauh.

Yakni, Jembatan Rolak dan Jembatan Sepanjang. (sal/c15/oni/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wihh, Bu Susi Pimpin Penenggelaman 81 Kapal Ilegal


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler