Ingin TKI Perawat Disertifikasi, Nusron Temui Jokowi

Jumat, 15 Mei 2015 – 20:22 WIB
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid di Istana Negara, Jumat (15/5). Foto: Natalia Fatimah/JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor kepresidenan, Jumat (15/5). Nusron yang menemui Presiden Jokowi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno, mengungkapkan bahwa pertemuan itu untuk mematangkan sertifikasi bagi perawat yang akan menjadi TKI di luar negeri.

Nusron mengungkapkan, saat ini perawat asal Indonesia kalah bersaing saat bekerja di luar negeri. Penyebabya adalah belum adanya sertifikasi.

BACA JUGA: Adik Djoko Tjandra Temui Jokowi, Kejagung Tetap Upayakan Eksekusi

“Kami bertemu dengan Bapak Presiden melaporkan penyebab rendahnya kualitas TKI dibandingkan dengan negara lain. Kalau Filipina kan yang dikirim perawat-perawat, kalau Indonesia yang dikirim penata laksana rumah tangga (PLRT). Penghasilannya lebih gede perawat daripada PLRT,” kata Nusron.

Mantan anggota DPR RI itu mengungkapkan, Kementerian BUMN akan memfasilitasi pembuatan lembaga sertifikasi profesi perawat internasional. Hal itu penting agar perawat-perawat Indonesia bisa mendapatkan sertifikat internasional sehingga saat dikirim ke luar negeri bisa mendapatkan peningkatan gaji hingga 4 kali lipat.

BACA JUGA: 9 Jam Diperiksa KPK, Jero Wacik: Saya Lelah

Saat ini, kata dia, baru ada 4 lembaga sertifikasi perawat internasional atau National Council Licensure Examination Nurse Register (NCLEX-RN) di Asia. Di antaranya di India, Filipina, Hongkong, dan Taiwan. Karena itu, perawat Indonesia harus datang ke Filipina jika ingin mendapatkan sertifikat internasional menuju negara lain.

Namun dengan bantuan Kementerian BUMN, sambung Nusron, maka para perawat Indonesia bisa meraih sertifikat internasional sebelum diberangkatkan ke luar negeri. “Kita datangkan penguji dari Filipina, tempat uji kompetensinya di Indonesia, lembaga sertifikasi profesinya di Indonesia. Yang  ditugaskan ke situ adalah Rumah Sakit Pertamina bersama Sekolah Tinggi Kesehatan Pertamina," tandasnya.(flo/jpnn)

BACA JUGA: Jika Kalah Di Munas, Jangan Bentuk Soksi-Soksian

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sebut Pengklaim Caretaker Peradi Tak Pantas Mengaku Advokat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler