Ini Permintaan Ibu dari Gadis Korban Perkosaan 19 Pemuda

Senin, 09 Mei 2016 – 06:53 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

jpnn.com - MANADO – Ibu dari gadis cantik yang menjadi korban pemerkosaan 19 orang sangat terpukul dengan insiden yang dialami putrinya. Lebih menyakitkan lagi, dua dari 19 pelaku keji itu adalah oknum polisi.

Perbuatan bejat 19 orang itu telah membuat trauma gadis malang ini. Saat ini, dia dibawa untuk berobat ke Ternate. Sebab kondisinya cukup parah pasca kejadian itu. Hampir-hampir ia tak mengenali orang yang berada di sekitarnya.

BACA JUGA: BEJAT! 2 dari 19 Pemerkosa Gadis Cantik Diduga Oknum Polisi

“Orang tua mana yang tega melihat anaknya dilakukan seperti itu. Saya sangat mengutuk perbuatan para pelaku, semoga Tuhan membalas tindakan keji mereka,” ujarnya sembari meneteskan air mata seperti dilansir Manado Post (JPNN Group), Senin (9/5).

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Venetia Ryckerens Danes mengungkapkan, pihaknya akan mengawal dengan serius kasus ini. Menurutnya kejadian ini akan menjadi isu nasional.

BACA JUGA: KPAI: 2 dari 18 Pemerkosa di Cilegon Tak Kunjung P-21

“Sebab, dari keterangan-keterangan yang diperolehnya, melibatkan para pelaku dari institusi penegak hukum yakni polisi,” ujarnya.

Masalah ini, lanjutnya, akan dibawa dalam rapat kementerian bersama menteri. Nantinya akan menurunkan tim Asdep kekerasan terhadap perempuan untuk melakukan pengawalan secara hukum dan juga proses rehabilitasi terhadap korban.

BACA JUGA: Gara-gara Hewan, Ribut, Crasss! Nyawa Melayang

Diakui, kasus ini sudah terjadi tindakan kriminal berlapis, pertama di sini sudah terjadi penculikan, ancaman, kekerasan, penipuan, dan juga penyalahgunaan kekuasaan.

“Kami akan menyurati Polda Sulut maupun Polda Gorontalo. Karena menurut informasi ada dua TKP dalam kejadian ini, jadi bisa saja proses hukumnya ditangani dua Polda ini," ujarnya.

Untuk hak-hak korban tentunya akan direhabilitasi hingga ia benar-benar melupakan apa yang pernah terjadi padanya.

“Ini merupakan kejahatan yang terorganisir, beruntung saja tidak jadi korban jadikan trafficking," ungkapnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulut Erny B Tumondo mengatakan, pihaknya akan melakukan pemulihan secara bertahap terhadap korban. Selaku pemerintah daerah yang bertanggungjawab atas masyarakatnya yang mengalami kejadian seperti ini, akan mengawal baik proses hukum maupun pemulihan kesehatan dari korban.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi anak ini merupakan anak yang baik, kenapa harus menjadi korban yang sebegitu mirisnya," jelas Tumondo yang sampai meneteskan air mata.(JPG/gnr/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Asyik Joging di Car Free Day, Hp Mahasiswi ini Raib


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler