Ini Sektor-sektor Ekonomi yang Bakal Melesat 2017 Nanti

Selasa, 20 Desember 2016 – 07:23 WIB
Ilustrasi. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Target pertumbuhan ekonomi 2017 di kisaran 5,1 persen dinilai realistis.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, sektor konsumsi bakal menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Termasuk Terbaik di Dunia, Rupiah Terbaru Susah Dipalsukan

Dia meyakini, tingkat konsumsi dalam negeri tumbuh positif.

’’Level of growth 2017 diprediksi relatif 5,1 persen dengan inflasi pada level empat persen. Kita bicara dari sisi faktor pertumbuhan ekonomi yang masih didominasi konsumsi,’’ ungkapnya.

BACA JUGA: Fakta-fakta Menarik di Balik Pecahan Rupiah yang Baru

Sri melanjutkan, di samping konsumsi, pertumbuhan ekonomi harus mengandalkan sektor lainnya seperti investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang sepenuhnya ditopang dari konsumsi tidak akan bertahan lama.

BACA JUGA: Saham-saham Gorengan Bakal Bergerak Lincah

Karena itu, dibutuhkan pertumbuhan investasi yang relatif memberikan dampak jangka panjang, misalnya melalui pembangunan infrastruktur.

’’Demand yang terlalu didominasi konsumsi tidak akan sustain. Kita perlu menciptakan keseimbangan dari consumption driven dan investment driven. Sementara itu, investment driven bisa immediate seperti pemerintah belanja infrastruktur yang sifatnya lebih panjang,’’ lanjutnya.

Mengenai sektor yang diprediksi tumbuh tahun depan, Sri menyebut bidang jasa.

Menurut dia, pertumbuhan sektor komunikasi, perhubungan, dan keuangan selalu baik meski kondisi ekonomi tengah menurun.

’’Efek mulitplier sektor itu mungkin harus dikembangkan. Makanya, soal komunikasi, transportasi, itu semuanya berhubungan dengan konektivitas,’’ imbuhnya.

Ekonom Indef Enny Sri Hartati juga meyakini bahwa sektor konsumsi rumah tangga masih menjadi kontribusi utama bagi pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Untuk itu, pemerintah harus mampu menjaga inflasi agar daya beli masyarakat tidak tergerus.

Upaya perbaikan iklim investasi menjadi tantangan lainnya.

Sebab, investasi sangat diharapkan untuk menahan laju deindustrialisasi.

Selain itu, investasi dapat menjadi sarana untuk mempersempit ketimpangan melalui perbaikan distribusi realisasi penanaman modal.

’’Harus diakui bahwa konsentrasi investasi di Jawa mengakibatkan aktivitas bisnis terpusat di wilayah tersebut. Karena itu, upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur ke luar Jawa patut diapresiasi,’’ katanya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menuturkan, ada beberapa sektor yang prospektif pada tahun depan.

Antara lain, sektor konstruksi. Hal tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah yang mendorong peningkatan belanja produktif untuk pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

Juga, pembangunan sarana dan prasarana ketenagalistrikan, perumahan, sanitasi, dan air bersih.

Selain konstruksi, sektor pariwisata dianggap prospektif karena menjadi salah satu sektor jasa dengan pertumbuhan tertinggi.

’’Meski demikian, kontribusi jasa pariwisata Indonesia masih relatif lebih rendah daripada negara tetangga di ASEAN,’’ ujar Josua. (ken/c22/sof/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selangkah Lagi, Maskapai Malaysia Angkut Kepiting Kaltara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler