Termasuk Terbaik di Dunia, Rupiah Terbaru Susah Dipalsukan

Selasa, 20 Desember 2016 – 06:44 WIB
Rupiah pecahan baru. Foto: Imam Husein/Jawa Pos/JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta pengamanan rupiah terus diperkuat demi mencegah pemalsuan.

’’Teknologi pengamanan yang digunakan oleh negara jangan sampai kalah dengan para pemalsu rupiah,’’ kata Jokowi saat peluncuran uang pecahan baru di gedung Bank Indonesia, Senin (19/12) kemarin.

BACA JUGA: Fakta-fakta Menarik di Balik Pecahan Rupiah yang Baru

Dia juga meminta ketersediaan rupiah harus terjaga hingga kawasan terpencil.

Sementara itu, Gubernur BI Agus D. W. Martowardojo mengatakan, penggunaan gambar-gambar para pahlawan itu untuk menumbuhkan semangat patriotisme pada masyarakat.

BACA JUGA: Saham-saham Gorengan Bakal Bergerak Lincah

Dia berpesan agar kualitas uang rupiah perlu dirawat dengan baik.

Bukan hanya oleh bank sentral, namun juga oleh masyarakat yang memiliki uang tersebut.

BACA JUGA: Selangkah Lagi, Maskapai Malaysia Angkut Kepiting Kaltara

"Menjaga rupiah sama artinya dengan menjaga simbol negara, dan harus ditanamkan sejak dini. Masyarakat perlu mengurangi kebiasaan buruk. Tidak baik meremas, membasahi, dan men-staples uang-uang itu," katanya.

Uang kertas yang diedarkan BI berbahan dasar kertas khusus dari serat kelapa. Sedangkan uang logamnya terbuat dari nickel plated steel dan aluminium.

Agus memaparkan, ada 9-12 pengaman pada uang kertas yang diedarkan.

Unsur pengaman itu ada yang dengan mudah dapat diketahui oleh masyarakat.

Namun, ada pula yang hanya bisa dikatahui oleh spesialis.

"Tapi bentuk pengaman yang paling sederhana untuk disosialisasikan kepada masyarakat yaitu dilihat, diraba, diterawang," ujar Agus.

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan, uang rupiah tahun emisi 2016 termasuk yang paling baik di dunia.

Sebab, jumlah pengamannya berlapis-lapis, mulai dari warna, benang, bagian ultra violetnya, juga teknik cetak khusus atau rectoverso-nya.

Agus meyakinkan bahwa uang baru tahun emisi 2016 ini tidak akan mudah dipalsukan.

Masyarakat sudah bisa menukarkan uangnya dengan uang baru tersebut di 33 kantor perwakilan BI di berbagai provinsi.

Agus memrediksi, distribusi uang baru itu membutuhkan waktu tiga bulan untuk sampai ke pelosok daerah.

"Tapi uang yang lama masih berlaku setidaknya sampai ada keputusan peredarannya dihentikan. (Setelah) itu keputusan diambil, baru sepuluh tahun kemudian dicabut (peredaran uangnya). Sekarang belum ada rencana mencabut uang yang sudah beredar," jelas Agus.

Sementara itu, Sri Parwati, cucu kedua Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, mengungkapkan rasa apresiasinya atas pencantuman tokoh pergerakan nasional tersebut dalam uang rupiah terbaru.

Wajah anggota Tiga Serangkai itu tercetak di uang logam nominal Rp 200.

’’Kami terima kasih karena negara masih ingat pada Dr Tjipto,’’ujar perempuan 77 tahun itu.

Keluarga Dr Tjipto dihubungi Bank Indonesia Maret lalu untuk dimintai izin pencantuman wajah karib Ki Hadjar Dewantara itu di uang terbaru.

’’Waktu itu kami bersyukur, karena diberi kehormatan ini,’’ timpal cicit Dr Tjipto, Hanifditya, yang kemarin mendampingi Parwati.

Hanif berharap pencantuman wajah para pahlawan di mata uang bisa mengingatkan bahwa Indonesia bisa berdiri seperti saat ini juga tidak lepas dari jasa pahlawan.

’’Tetap dijaga uangnya, juga koin-koinnya,’’ tambah Parwati. (byu/rin/res/oki/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kredit Sektor Jasa Perdagangan dan Perhotelan Bakal Dominan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler