Inilah 4 Makanan yang Berisiko Memperburuk Peradangan

Senin, 20 Januari 2020 – 14:29 WIB
Daging merah. ILUSTRASI. Foto: Independent

jpnn.com, JAKARTA - Peradangan adalah salah satu mekanisme alami tubuh untuk meningkatkan aliran darah, juga antibodi bagian tubuh untuk melawan infeksi, cedera, atau racun.

Tetapi ketika peradangan menjadi kronis, maka hal itu bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, kanker, pernapasan bagian bawah kronis, radang sendi, Alzheimer, dan strok.

BACA JUGA: 8 Herbal Alami untuk Mengatasi Radang Tenggorokan

Di sisi lain, makanan adalah salah satu cara alami utama kita bisa mengendalikan peradangan dalam tubuh. Ada banyak bahan sehat yang memerangi peradangan, serta sejumlah makanan yang memperburuknya.

Berikut adalah makanan utama yang harus dihindari untuk mengurangi respons anti-inflamasi tubuh Anda, menurut para pakar kesehatan.

BACA JUGA: Konsumsi Ini, Cegah Peradangan Otak

1. Sirup Jagung Fruktosa Tinggi dan Bentuk Lain dari Gula Tambahan.

Menurut pakar gizi Frances Largeman-Roth, RDHN, gula yang ditambahkan dalam makanan seperti granola bar kemasan, sereal, dan minuman kopi mewah bisa meningkatkan peradangan kronis melalui pelepasan sitoki. Seperti dilansir MSN, Minggu (19/1).

BACA JUGA: 4 Makanan Super untuk Atasi Depresi dan Peradangan

2. Lemak Trans

Lemak trans telah ditemukan mampu menyebabkan peradangan sistemik dalam tubuh dan memakannya dikaitkan dengan penyakit jantung koroner.

3. Karbohidrat Halus

Perbedaan antara biji-bijian utuh dan biji-bijian olahan adalah bahwa biji-bijian utuh mengandung seluruh biji gandum (dedak, kuman, dan endosperma). Biji-bijian olahan seperti tepung putih, roti puti, nasi putih telah digiling untuk menghilangkan serat berserat dan kuman yang kaya nutrisi.

4. Daging Merah

Daging biasanya memiliki kadar asam arakidonat dan lemak jenuh yang tinggi yang berkontribusi terhadap peradangan. Salah satu cara mudah dan menyeluruh untuk mengatasi peradangan adalah dengan mengonsumsi lebih banyak makanan nabati. Protein nabati biasanya memiliki jumlah lemak yang jauh lebih rendah, terutama lemak jenuh.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler