Inilah Bus Yang Digunakan Untuk Konvoi ‎Peraih Medali Olimpiade

Selasa, 23 Agustus 2016 – 02:17 WIB
Tampak bus bandros saat belum dirias dan sedang proses merias di halaman depan Kemenpora, Jakarta, Senin (22/8) malam. FOTO: Amjad/JPNN.com

jpnn.com - Konvoi atlet peraih medali Olimpiade Rio de Janeiro, Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir, serta Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni akan digelar di Jakarta pada Selasa (23/8) sore dan Rabu (24/8) pagi. Perayaan ini menjadi spesial dengan adanya bus atap terbuka yang didatangkan khusus dari Bandung, Jawa Barat.

MUHAMMAD AMJAD - Jakarta  

BACA JUGA: Sedih, Bersama Dua Balitanya Mencari Suami yang Pergi Bawa Surat Nikah

Ibu Kota negara, tak selamanya memiliki fasilitas yang lengkap. Salah satu buktinya adalah ada kesan Kemenpora kewalahan menyediakan fasilitas yang memadai untuk arak-arakan keliling dalam rangka menyambut pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia, peraih medali emas pada Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil.

Diarak menggunakan mobil terbuka, kurang maksimal karena tak banyak orang bisa diangkut di mobil, padahal perlu panggung bagi pebulu tangkis yang akrab disapa Owi/ Butet itu.

BACA JUGA: Raja Kelas Terbang yang Tak Terkalahkan

Sayangnya, Pemprov DKI Jakarta ternyata tak punya kendaraan yang layak untuk mengangkut para atlet yang telah mengharumkan Indonesia di pentas dunia itu.

Akhirnya, Kemenpora beralihlah pilihan untuk meminjam bus ke Pemkot Solo, karena di sana ada fasilitas yang dibutuhkan untuk mengarak pemain peraih medali pada event bergensi itu. Namun, karena jarak yang jauh membuat Kemenpora kembali memutar otak.

BACA JUGA: Pegang Kampak dan Busur Panah, Merdeka! Merdeka!

Akhirnya, pilihan pemerintah menuju kepada fasilitas yang dimiliki oleh Pemkot Bandung, bus Bandros, Bandung Tour of The Bus. Mobil pun dibawa dari bandung pada Minggu (21/8) malam. Pada Senin (22/8) petang, bus harus didandani terlebih dahulu.

Agus, salah seorang yang bertugas merias mobil Bandros itu mengakui bus harus diganti warnanya dengan dasar merah. Itu tidaklah mudah, karena bus memiliki warna dasar biru muda. Proses penutupan pun dilakukan dengan menggunakan scotlite.

"Ada macam-macam warnanya, tapi dasarnya dikasih warna merah. Untuk motifnya sudah ada stiker cetaknya, dari sini (Kemenpora, Red) yang mengurusi. Kalau habis berapa gulung, ya.. banyak gulungan, tidak hitung itu urusan bos," katanya di sela-sela mengerjakan proses penutupan bodi Bandros.

Wajar saja, kertas yang dibutuhkan berpuluh gulung. Dengan ukuran kertas hanya 60 x 900 cm, harus menutup bus yang memiliki ukuran panjang sekitar 7,5 meter, kemudian lebar 2 meter lebih. Belum lagi, tingginya yang mencapi 3 meter lebih.

Selain itu, ada sticker khusus yang ditempel di bagian depan bus, untuk menutup tulisan Bandros dan bus ciri khas kota Bandung itu. Di bagian depan atap, ada bendera merah putih yang dipasang di sekliling pagar pembatas, memanjang ke belakang.

Butuh berapa jam menggarap bus itu? para perias bus menjanjikan, tengah malam, bus sudah siap dan pagi hari sudah bisa dilihat hasil kerja keras para perias bus yang telah mengerjakan rias bus sesuai konsep dari panitia.

"Kami ingin masyarakat bisa melihat pahlawan olahraga Indonesia yang mengahrumkan nama Indonesia di dunia dengan meraih medali di Olimpiade dari dekat. Ini adalah upaya pemrintah, untuk memberikan penghargaan, dan membangkitkan semangat kebanggaan masyarakat terhadap olahraga Indonesia yang mengebalikan tradisi emas di Olimpiade," ucap Menpora Imam Nahrawi.

Untuk rute konvoi dan waktu, mengalami perubahan secara mendadak pada Senin petang. Awalnya, Owi/Butet dijemput dan diarak bersama peraih medali lainnya langsung ke Istana. Tapi, mengingat waktu yang sudah malam dan langit gelap, konvoi dinilai tak akan efektif sehingga dibagi menjadi dua hari.

"Hari pertama nanti diarak dari Bandara ke Senayan, kemudian ke Kemenpora. Hari kedua dari Kemenpora diarak ke Istana," tandasnya.(dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Heroik, Penjahit Merah Putih Pertama Hadir Saat Upacara HUT RI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler